
Ponsel Mid Range Terbaik di Akhir Tahun 2025
\nDunia smartphone kelas menengah terus berkembang pesat di penghujung tahun 2025. Kini, konsumen tidak perlu lagi merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmati performa gaming yang bertenaga. Banyak produsen menghadirkan HP mid range dengan spesifikasi yang dulunya hanya ditemukan pada perangkat flagship.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Tiga ponsel yang paling menonjol di kelas menengah akhir tahun ini adalah Infinix GT 30 Pro 5G, Redmi Note 14 Pro 5G, dan iQOO Z10 5G. Ketiganya menawarkan kombinasi ideal antara performa cepat, daya tahan baterai tinggi, layar AMOLED berkualitas, serta dukungan teknologi 5G yang siap mendukung aktivitas gaming modern.
\nKetiga ponsel ini hadir dengan harga mulai Rp3 jutaan hingga Rp4 jutaan, menjadikannya pilihan ideal bagi gamer mobile dan pengguna profesional yang ingin performa tinggi tanpa harus membeli smartphone flagship dengan harga belasan juta rupiah.
\n1. Infinix GT 30 Pro 5G — Gaming Serius di Harga Terjangkau
\nInfinix GT 30 Pro 5G menjadi salah satu smartphone paling direkomendasikan untuk gamer di kelas harga Rp3–4 jutaan. Mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 8350 Ultimate, performa ponsel ini sangat stabil bahkan untuk game berat seperti Genshin Impact dan PUBG Mobile.
\nChipset tersebut memiliki octa-core dengan empat inti kinerja Cortex-A715 3.35GHz dan empat inti efisien Cortex-A510 2.2GHz, menghasilkan kombinasi tenaga dan efisiensi daya yang optimal. Ditambah pilihan RAM 8GB atau 12GB LPDDR5X serta storage UFS 4.0 hingga 512GB, loading game jadi sangat cepat.
\nLayarnya juga memanjakan mata gamer — AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz dan kecerahan hingga 1600 nits. Visual yang mulus dan respons cepat membuat pengalaman bermain terasa halus tanpa tearing atau lag.
\nDari sisi kamera, Infinix membekali ponsel ini dengan sensor utama 108MP Samsung HM6 berfitur OIS, cukup mumpuni untuk kebutuhan fotografi di luar gaming. Kamera depan 13MP pun sudah lebih dari cukup untuk selfie dan streaming.
\nYang menarik, ponsel ini dilengkapi fitur khusus gaming seperti GT Trigger, stereo speaker JBL, serta sistem pendingin MagCharge Cooler yang menjaga suhu tetap stabil meski bermain lama. Baterainya berkapasitas 5500 mAh dengan pengisian cepat 45W dan fitur bypass charging, memungkinkan pengguna bermain sambil mengisi daya tanpa merusak baterai.
\nPerforma dan fitur Infinix GT 30 Pro 5G menjadikannya salah satu pilihan terbaik untuk gamer di akhir 2025. Dengan harga mulai Rp3.799.000, ponsel ini menawarkan nilai yang sulit ditandingi di segmen menengah.
\n2. Redmi Note 14 Pro 5G — Kamera 200 MP dan Performa Stabil
\nDi posisi kedua ada Redmi Note 14 Pro 5G, ponsel yang menggabungkan desain premium, performa tinggi, dan kamera superior. Smartphone ini ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultra, yang memberikan efisiensi daya dan performa solid untuk aktivitas berat seperti gaming dan multitasking.
\nPonsel ini hadir dalam beberapa varian memori, mulai dari 8GB/256GB hingga 12GB/512GB, menggunakan penyimpanan UFS cepat untuk loading aplikasi dan game yang lebih singkat.
\nLayar AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz membuat tampilan animasi dan permainan berjalan sangat mulus. Dengan tingkat kecerahan tinggi dan dukungan HDR, ponsel ini tetap nyaman digunakan di luar ruangan.
\nDari sektor fotografi, kamera utama 200MP menjadi daya tarik terbesar. Dengan dukungan PDAF dan OIS, hasil fotonya tajam, bahkan di kondisi minim cahaya. Kamera tambahan ultrawide dan macro melengkapi sistem kameranya, sementara kamera depan 16–20MP cukup mumpuni untuk kebutuhan selfie dan streaming.
\nBaterai 5100 mAh dengan pengisian cepat 45–65W menjamin waktu pakai panjang. Dukungan sertifikasi IP68, NFC, dan jaringan 5G menambah daya tarik Redmi Note 14 Pro 5G di kelas mid-range premium.
\nHarga ponsel ini di Indonesia berkisar Rp3,9 juta hingga Rp4,3 juta, menjadikannya opsi solid bagi gamer yang juga peduli pada kualitas kamera dan desain.
\n3. iQOO Z10 5G — Baterai Super Jumbo dan Daya Tahan Militer
\nJika kamu mencari ponsel yang tangguh dan tahan lama untuk sesi gaming panjang, iQOO Z10 5G adalah jawabannya. Smartphone ini ditenagai oleh Snapdragon 7s Gen 3 (4nm), chipset kelas menengah yang menawarkan performa tinggi untuk gaming kompetitif seperti Mobile Legends dan CODM.
\nSalah satu keunggulan utama ponsel ini adalah baterai raksasa 7300 mAh, yang dikombinasikan dengan fast charging 90W. Berdasarkan data Tim Riset aiotrade, pengisian daya 50% hanya memakan waktu sekitar 33 menit, sangat efisien untuk pengguna aktif.
\nLayar AMOLED 6,77 inci dengan resolusi FHD+ dan kecerahan mencapai 5000 nits memberikan tampilan luar biasa jelas bahkan di bawah sinar matahari. Refresh rate 120Hz juga memastikan gerakan visual halus saat bermain game.
\nSektor kamera juga tidak ketinggalan: kamera utama 50MP Sony IMX882 dengan OIS mampu menghasilkan foto tajam dan stabil. Kamera depan 32MP beresolusi tinggi membuatnya ideal untuk streamer atau konten kreator.
\nFitur tambahannya juga melimpah — mulai dari sertifikasi IP65, MIL-STD-810H tahan benturan, stereo speaker, NFC, hingga Mode Game Ultra dan vibrasi 4D. Semua itu membuat iQOO Z10 5G terasa seperti perangkat gaming sejati di harga Rp3,4 juta hingga Rp4,4 juta.
\nDengan bobot 199 gram dan ketebalan 7,9 mm, ponsel ini tetap nyaman digenggam meski digunakan dalam waktu lama.
\nSpek Dewa, Harga Tetap Ramah di Kantong
\nKetiga ponsel di atas membuktikan bahwa gamer tidak perlu lagi mengeluarkan belasan juta untuk menikmati pengalaman gaming yang maksimal.
\nInfinix GT 30 Pro 5G unggul dengan fitur gaming lengkap dan layar 144Hz.
\nRedmi Note 14 Pro 5G menyatukan performa cepat dengan kamera 200MP yang impresif.
\niQOO Z10 5G menawarkan daya tahan baterai super jumbo dan kekuatan fisik kelas militer.
Menurut Tim Riset aiotrade, ketiganya menjadi definisi “harga murah spek dewa” di penghujung 2025. Pilihan akhirnya tinggal menyesuaikan kebutuhan pengguna — apakah fokus pada performa gaming, kualitas kamera, atau ketahanan baterai ekstrem.
Komentar
Kirim Komentar