Sosok pemilik rumah mewah tempat bocah SD tewas diungkap, politisi PKS jadi sorotan

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Sosok pemilik rumah mewah tempat bocah SD tewas diungkap, politisi PKS jadi sorotan, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Sosok pemilik rumah mewah tempat bocah SD tewas diungkap, politisi PKS jadi sorotan

Identitas Pemilik Rumah Mewah yang Jadi Tempat Kejadian Perkara

Rumah mewah yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) terkait kematian seorang bocah SD dengan 14 luka tusuk ternyata milik seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Lokasi rumah tersebut berada di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Blok C5 Nomor 8, Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sosok pemilik rumah tersebut adalah Haji Maman Suherman, yang menjabat sebagai Dewan Pakar PKS Cilegon. Dari informasi yang diperoleh, Haji Maman juga pernah menjabat Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cilegon dan sempat digadang-gadang menjadi calon wakil wali kota Cilegon mendampingi Ratu Ati Marliati dalam Pilkada Cilegon 2024 lalu.

Kronologi Kematian Bocah SD

Bocah SD yang meninggal dunia adalah anak dari Haji Maman, dengan inisial MAHM, berusia sekitar 9-10 tahun. Ia ditemukan tewas dengan 14 luka tusuk di tubuhnya pada Selasa (16/12/2025). Diduga, korban menjadi korban perampokan. Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi akibat aksi perampokan.

"Betul, katanya terjadi perampokan dan anak dari Pak Haji Maman meninggal dunia," ujar warga tersebut kepada TribunBanten.com.

Namun hingga saat ini, belum diketahui apa saja harta benda yang hilang akibat perampokan tersebut. Polisi telah tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Garis polisi terpasang di area pintu masuk rumah mewah tersebut. Petugas kepolisian tampak keluar masuk untuk memeriksa kondisi TKP.

Sosok Haji Maman Suherman

Haji Maman Suherman dikenal sebagai pengusaha yang memiliki perusahaan konstruksi bernama PT. Buana Gearindo Pratama. Perusahaan ini bergerak di bidang mesin, perlengkapan, peralatan, suku cadang, dan baja bangunan. Selain itu, ia juga aktif dalam dunia politik, terutama di Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dari situs PKS Banten, diketahui bahwa Haji Maman dilantik sebagai Dewan Pakar PKS Cilegon tiga hari sebelum kejadian. Hal ini juga terlihat dari karangan bunga ucapan duka cita yang dikirim oleh Wakil Bupati Serang di lokasi kejadian.

Penyelidikan Polisi

Tadi malam, Selasa (16/12/2025), Polres Cilegon melakukan investigasi dan olah TKP di rumah korban. Pantauan TribunBanten.com di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan. Puluhan warga setempat serta keluarga korban tampak hilir mudik di rumah duka.

Rumah Haji Maman yang jadi korban perampokan dikenal bergaya arsitektur Eropa. Gedung berwarna putih tersebut memiliki panjang area bangunan sekitar 40 meter. Di sisi jalan atau bahu jalan dekat pagar rumah korban, tampak dipenuhi mobil dan sepeda motor milik warga yang datang untuk melayat maupun melihat langsung lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kamera pengawas (CCTV) rumah korban disebut tidak berfungsi. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.

Di bagian depan gerbang rumah, tampak dua karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Muhammad Aksel Putra Bapak Maman Suherman (Dewan Pakar PKS).

Penjelasan Polisi dan Motif Kejadian

Anak Haji Maman, MAHM, diduga menjadi korban pembunuhan karena terdapat luka tusukan benda tajam di tubuhnya. "Seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang kami dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian," kata Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid kepada wartawan tadi malam.

Firman menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, HM, menerima telepon dari anak keduanya, D, yang terdengar panik dan meminta pertolongan. Mendapat kabar tersebut, HM yang saat itu sedang berada di tempat kerjanya langsung pulang menuju rumahnya.


Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar