
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perluasan Bisnis WIFI: Tiga Bidang Baru untuk Meningkatkan Efisiensi dan Pertumbuhan
PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau Surge, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan digital, mengumumkan rencana perluasan bisnisnya dengan menambah tiga bidang usaha baru. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat portofolio bisnis digital WIFI dan meningkatkan efisiensi biaya operasional.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan, penambahan kegiatan usaha tersebut mencakup tiga KBLI baru, yaitu:
- 46523 (Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi)
- 61200 (Aktivitas Telekomunikasi Tanpa Kabel)
- 77399 (Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin, Peralatan, dan Barang Berwujud Lainnya)
Manajemen WIFI melihat ketiga sektor ini memiliki prospek tinggi seiring meningkatnya kebutuhan akan konektivitas dan digitalisasi di Indonesia. Dalam pernyataannya, manajemen menyebutkan bahwa perseroan akan berperan sebagai distributor perangkat telekomunikasi, termasuk router, switch, server, dan perangkat jaringan optik seperti DWDM, OLT, serta ONT.
Sementara itu, aktivitas telekomunikasi tanpa kabel akan difokuskan pada pengembangan teknologi fixed wireless access (FWA) di frekuensi 1.4 GHz untuk wilayah Jawa, Maluku, dan Papua. Perseroan juga akan menjalankan kegiatan penyewaan aset jaringan seperti infrastruktur Fiber To The Home (FTTH) dan perangkat pendukung lainnya, dengan kapasitas sewa terpasang yang ditargetkan mencapai 200.000 unit pada 2025 dan meningkat hingga 585.000 unit pada 2030.
KJPP Syarif Endang & Rekan, yang ditunjuk sebagai penilai independen, menyatakan bahwa seluruh rencana penambahan KBLI tersebut layak dijalankan dari sisi pasar, teknis, bisnis, manajemen, dan keuangan. Hasil kajian menunjukkan nilai bersih kini (NPV) positif untuk ketiga sektor, dengan proyeksi NPV tertinggi mencapai Rp9,67 triliun pada aktivitas telekomunikasi tanpa kabel dan tingkat pengembalian internal (IRR) sebesar 58,66%.
WIFI memperkirakan penambahan kegiatan usaha ini dapat meningkatkan laba usaha sekitar Rp23 miliar dan laba bersih hingga Rp18 miliar per tahun, seiring adanya pendapatan tambahan dari ekspansi lini bisnis baru. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persetujuan penambahan KBLI baru akan diselenggarakan pada 26 November 2025. Manajemen optimistis langkah diversifikasi ini akan memperkuat posisi WIFI dalam ekosistem digital nasional dan membuka peluang pertumbuhan baru di industri telekomunikasi.
Penghargaan Spektrum 1,4 GHz untuk WIFI
Sebagai informasi, WIFI melalui anak usahanya PT Telemedia Komunikasi Pratama memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz BWA Region 1 dengan nilai penawaran Rp403,76 miliar. Region 1 mencakup Pulau Jawa, Pulau Papua, dan Pulau Maluku.
Sementara itu, DSSA melalui anak usahanya PT Eka Mas Republik memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz BWA Region 2 dengan harga penawaran Rp300,88 miliar. Region 2 ini meliputi Pulau Sumatra dan Kepulauan di Nusa Tenggara. DSSA juga memenangkan lelang spektrum melalui PT Eka Mas Republik pada Region 3, dengan harga penawaran Rp100,88 miliar. Region 3 ini meliputi Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan.
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo dalam risetnya menjelaskan katalis untuk saham WIFI datang dari potensi akuisisi LINK dan lelang spektrum 1,4 GHz. “Kedua katalis tersebut dapat menempatkan WIFI sebagai disruptor kuat, serupa dengan Jio Financial Services di India, dengan memanfaatkan strategi harga kompetitif, kebebasan dari legacy burden, pendekatan berbasis ekosistem, eksekusi yang solid, dan kekuatan merek yang kuat,” tutur Niko.
Niko melanjutkan bahwa WIFI saat ini bersaing dengan Grup Sinarmas untuk mengakuisisi LINK. LINK memiliki jangkauan jaringan di wilayah Jawa dan Bali, dengan cakupan lebih dari 2 juta rumah dan sekitar 850.000 pelanggan ritel. Dia juga menjelaskan rencana akuisisi LINK, dikombinasikan dengan kemitraan bersama OREX SAI (NTT Docomo dan NEC), akan mempercepat peluncuran fixed wireless broadband di wilayah perkotaan. Hal ini akan meningkatkan adopsi pasar dan margin keuntungan WIFI.
Secara paralel potensi alokasi frekuensi 1,4 GHz akan memungkinkan WIFI meluncurkan layanan Fixed Wireless yang menawarkan kecepatan setara broadband, namun dengan biaya implementasi yang lebih rendah, dan fleksibilitas penyebaran lebih tinggi.
Solusi Sinergi Digital Tbk. - TradingView
- Disclaimer
- berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. aiotradetidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Komentar
Kirim Komentar