
Video Mencampur Soda dan Susu Viral di Media Sosial
Sebuah video yang menampilkan minuman soda dicampur dengan susu telah menjadi viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @edu* pada Minggu (7/9/2025). Dalam video tersebut, tampak salah satu merek minuman berkarbonasi dituang ke dalam gelas plastik. Minuman itu kemudian dicampur dengan susu. Selang beberapa waktu, muncul gumpalan-gumpalan cokelat dalam gelas.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pengunggah menyebutkan bahwa minuman soda tersebut bersifat asam dan memiliki kandungan gula yang tinggi. Hal ini memicu pertanyaan tentang apakah mencampur soda dengan susu bisa membahayakan kesehatan.
Dampak Mencampur Soda dan Susu
Ahli Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Toto Sudargo mengatakan bahwa ada bahaya yang mengintai di balik mencampur minuman karbonasi dengan susu. “Itu berbahaya dalam jangka panjang (dikonsumsi rutin),” kata Toto saat dikonfirmasi.
Menurutnya, reaksi kimia akan muncul saat mencampur kedua jenis minuman itu. Susu tersebut akan menggumpal membentuk emulsi akibat soda. Hal ini akan memicu masalah pencernaan. “Terus itu bisa sebabkan mual. Orang juga bisa kena diare atau kram perutnya,” tutur Toto.
Tak hanya itu, soda juga bisa menyebabkan penyerapan nutrisi yang terkandung pada susu terganggu. Padahal, susu memiliki berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh, seperti kalsium dan protein. “Kandungan yang ada di susu yang bagus jadi hilang semuanya karena enggak terserap dengan baik,” terang Toto.
Jika hal itu dilakukan secara terus-menerus, akan meningkatkan risiko osteoporosis atau pengeroposan tulang pada seseorang. Toto juga menilai, minuman soda juga dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh karena sifat asam. “Akan berefek terhadap lambung, iritasi dinding lambung,” ujarnya.
Selain itu, kandungan gas karbonasi pada soda juga dapat meningkatkan tekanan pada lambung dan rasa kembung. Soda juga memiliki kandungan gula yang tinggi, sehingga bisa memicu masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi). Hal itu pada gilirannya akan mengakibatkan masalah kesehatan pada organ-organ dalam seperti hati dan ginjal.
Saran dari Ahli Gizi
Oleh karena itu, Toto menyarankan agar tidak mengonsumsi minuman berkarbonasi terlalu sering, terlebih dicampur dengan susu. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam pola makan serta memperhatikan dampak jangka panjang dari konsumsi minuman tertentu.
Beberapa orang mungkin tidak sadar bahwa campuran yang tampak biasa ini bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk lebih waspada dan mempertimbangkan efek kesehatan dari setiap aktivitas konsumsi makanan dan minuman.
Tips untuk Konsumsi yang Lebih Sehat
- Hindari mencampur soda dengan susu secara rutin.
- Perbanyak konsumsi air putih dan minuman alami lainnya.
- Jika ingin mengonsumsi minuman berkarbonasi, batasi frekuensinya.
- Konsultasikan pola makan dengan ahli gizi jika diperlukan.
Dengan kesadaran yang lebih tinggi terhadap kesehatan, kita dapat memilih cara mengonsumsi makanan dan minuman yang lebih bijak. Setiap tindakan kecil dalam kehidupan sehari-hari dapat berdampak besar terhadap kesehatan jangka panjang.
Komentar
Kirim Komentar