Skenario 2025: "Tilik" Mengungkap Proses Kreatif Mahasiswa DKV Telkom University

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Skenario 2025: "Tilik" Mengungkap Proses Kreatif Mahasiswa DKV Telkom University yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Skenario 2025: "Tilik" Mengungkap Proses Kreatif Mahasiswa DKV Telkom University

Skenaria 2025: Ruang Kreativitas Mahasiswa DKV Telkom University

Pameran tugas akhir mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University kembali hadir dengan tema “Tilik” yang mengajak penonton untuk melihat lebih dalam makna di balik visual. Pameran bertajuk Skenaria 2025 ini digelar di Bandung Creative Hub dan menampilkan puluhan karya terbaik dari mahasiswa yang menjadi cerminan perjalanan ide, proses, dan eksperimen visual mereka.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Skenaria 2025 merupakan ajang tahunan Fakultas Industri Kreatif Telkom University yang mewadahi karya tugas akhir dari berbagai peminatan seperti Advertising, Desain Grafis, Designpreneur, dan Visual Interactive Design. Tahun ini, pameran ini menyajikan sekitar 38 karya terbaik dari total 450 karya tugas akhir yang dikurasi.

Rangkaian Acara yang Menarik

Selain pameran utama, Skenaria 2025 juga dilengkapi dengan berbagai sesi inspiratif dan diskusi kreatif selama empat hari penyelenggaraan, mulai dari Kamis (16 Oktober) hingga Minggu (19 Oktober). Agenda dimulai dengan Opening Final Project Showcase pada Kamis pagi yang menandai dimulainya pameran publik karya mahasiswa.

Hari berikutnya, Jumat (17/10), diisi dengan Exhibitor Sharing Session bertajuk “Mind Behind the Masterpiece”, serta Talkshow 1 yang membahas tema “Mengarsipkan Proses, Menyemai Inovasi (Archiving the Process, Fostering Innovation)” bersama Auladzin Lazuardi dari Labtek Indie dan Endah Nursalehah dari UXiD Bandung.

Pada sore harinya, sesi Alumni Sharing menghadirkan empat alumni DKV Telkom University yang berbagi pengalaman profesional mereka di dunia industri kreatif. Di hari Sabtu (18/10), pengunjung diajak mengikuti Talkshow 2 bersama Indra Fajar senior copywriter di dentsu creative yang membahas tema “Persuasive Communication: From Human Insight to Timeless Archives.” Dilanjutkan dengan Talkshow 3 bertajuk “Media Interactive: Reimagining Archiving in Museums” bersama Okke M. Ichsan dari Studio Sunday, serta Community Sharing Session bersama komunitas Bandung Design Friendly.

Puncak acara berlangsung pada Minggu (19/10) dengan Animation Screening dan Film Screening yang menampilkan karya-karya animasi dan film pendek hasil eksplorasi visual mahasiswa. Dilanjutkan dengan Talkshow 4 bertema “Re-examining Medium, Technique, and Texture in Graphic Design” bersama Izhar Fathurrohim dari Graphic Handler dan Claudia Novreica dari Grafis Nusantara. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan Awarding Session pada sore harinya, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya dan proses kreatif terbaik dari mahasiswa peserta.

Skenaria Challenge: Pameran Internasional

Selain pameran utama, Skenaria 2025 juga menyelenggarakan Skenaria Challenge berupa pameran internasional di Galeri Idealoka, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University. Pameran ini akan menghadirkan 30 karya peserta terkurasi dari enam negara dan melibatkan siswa SMA/SMK yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia.

Antusiasme Pengunjung

Antusiasme masyarakat terhadap Skenaria 2025 sangat luar biasa. Di hari pertama pembukaan, jumlah pengunjung mencapai hampir 790 orang, dan panitia menargetkan hingga 3.000 pengunjung selama pameran berlangsung.

Salah satu peserta pameran, Alyazizah Tamara Adi Nurmahatmi atau akrab disapa Alya, menampilkan buku ilustrasi interaktif berjudul Zikir Pagi dan Petang untuk anak-anak usia 7–10 tahun. Buku ini dirancang agar anak-anak tidak merasa bosan saat belajar berzikir dengan fitur QR code di setiap halaman yang bisa dipindai untuk mendengarkan murotal ayat atau doa.

Di tengah ramainya pengunjung, Elang Pratama, mahasiswa angkatan 2022 dari peminatan Visual Interaksi Desain, tampak antusias mengamati satu per satu karya. Ia datang bukan sekadar memenuhi kewajiban absensi, tapi juga mencari inspirasi. Baginya, pameran ini bukan sekadar ajang memamerkan hasil, melainkan juga ruang belajar langsung tentang bagaimana sebuah ide bisa diwujudkan menjadi bentuk visual yang komunikatif.

Kesimpulan

Skenaria 2025 adalah ruang penting bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa karya mereka tidak berhenti di meja sidang, melainkan menjadi ruang antara proses dan hasil akhir. Dengan berbagai sesi diskusi, talkshow, dan pameran, Skenaria 2025 berhasil menjadi wadah yang menghubungkan mahasiswa dengan dunia industri kreatif.




Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar