Skandal Naturalisasi Palsu Menggeger, Nepal Gugat Malaysia ke FIFA

Skandal Naturalisasi Palsu Menggeger, Nepal Gugat Malaysia ke FIFA

Kabar lapangan tengah memanas hari ini. Terkait Skandal Naturalisasi Palsu Menggeger, Nepal Gugat Malaysia ke FIFA, para suporter tentu sudah menunggu kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Gugatan ANFA ke FIFA atas Kekalahan dari Timnas Malaysia

Asosiasi Sepak Bola Nepal (ANFA) telah mengajukan gugatan resmi ke FIFA untuk membatalkan hasil pertandingan melawan Timnas Malaysia dalam laga perdana Kualifikasi Piala Asia 2027. Pertandingan tersebut digelar pada 25 Maret 2025 di Stadion Sultan Ibrahim, Johor Bahru, dengan kemenangan Harimau Malaya dengan skor 2-0.

Gugatan ini dilakukan karena dugaan adanya pemain ilegal yang turun dalam pertandingan tersebut. Pemain yang dimaksud adalah Hector Hevel, yang sebelumnya dijatuhi sanksi oleh FIFA karena terlibat dalam kasus pemalsuan dokumen naturalisasi. Kasus ini melibatkan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), yang juga memberikan sanksi kepada tujuh pemain lainnya.

  • Berikut daftar pemain yang dijatuhi sanksi:
  • Joao Figueiredo
  • Rodrigo Holgado
  • Imanol Machuca
  • Facundo Garces
  • Jon Irazabal
  • Gabriel Palmero

Hukuman yang diberikan mencakup larangan selama satu tahun untuk semua aktivitas sepak bola serta denda finansial. FAM didenda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar), sedangkan setiap pemain dikenakan denda sebesar CHF 2.000 (sekitar Rp41,8 juta).

Hector Hevel tidak hanya menjadi starter dalam pertandingan melawan Nepal, tetapi juga menjadi pencetak gol pertama. Golnya tercipta pada menit ke-29 melalui sepakan dari luar kotak penalti. Hal ini membuat ANFA merasa bahwa hasil pertandingan tersebut tidak sah dan berpotensi dibatalkan.

Dalam putusan yang diunggah di situs resmi FIFA, hanya pertandingan melawan Vietnam pada 10 Juni 2025 yang menjadi subjek investigasi. Oleh karena itu, ANFA juga meminta FIFA untuk melakukan penyelidikan serupa terhadap pertandingan mereka.

Sampai saat ini, FAM telah mengajukan banding terhadap hukuman yang diberikan. Informasi ini menyebabkan AFC belum dapat menjatuhkan sanksi lanjutan kepada FAM dan Timnas Malaysia. Dikutip dari New Strait Times, Timnas Malaysia berpeluang mendapatkan hukuman kalah 0-3 dari Vietnam dan Nepal dari AFC.

Respons FAM terhadap Gugatan ANFA

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tidak panik dengan gugatan yang diajukan oleh ANFA. Presiden Sementara FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, menyatakan bahwa materi gugatan Nepal sama seperti yang sebelumnya diajukan oleh Vietnam. Saat ini, pihaknya fokus pada proses banding yang sedang berlangsung.

"Kami tidak perlu terlalu memikirkan keluhan Nepal. Yang penting sekarang adalah hasil banding," ujar Yusoff dilansir dari New Strait Times.

Ia menambahkan bahwa FAM tidak mengabaikan pengaduan tersebut, tetapi perhatian utamanya tertuju pada proses banding. "Mari kita tunggu keputusannya, hal itu yang penting sekarang."

Jika banding FAM dimenangi, maka masalah di dua pertandingan tersebut otomatis akan terselesaikan. Sampai saat ini, situasi masih dalam proses penyelesaian.

Kesimpulan: Dukung terus atlet/tim kebanggaan Anda. Simak terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar