
JAKARTA, aiotrade
Sidang perdana terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina akan segera digelar. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga periode 2021-2023, Alfian Nasution, akan menghadapi proses hukum dengan agenda pembacaan dakwaan pada Rabu (24/12/2025) mendatang.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Berkas perkara Alfian bersama tujuh terdakwa lainnya telah terdaftar di kepaniteraan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta. “Perkara ini akan diadili oleh majelis dengan ketua Adek Nurhadi. Sidang perdana dijadwalkan pada 24 Desember 2025,” ujar Juru Bicara PN Jakarta Pusat, Andi Saputra dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).
Selain Alfian, para terdakwa yang akan menghadapi dakwaan adalah:
Hasto Wibowo selaku VP Integrated Supply Chain tahun 2019-2020;
Toto Nugroho selaku VP Integrated Supply Chain;
Hanung Budya Yuktyanta selaku Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina;
Dwi Sudarsono selaku VP Crude and Trading PT Pertamina tahun 2019-2020;
Arief Sukmara selaku Direktur Gas Petrochemical Pertamina International Shipping;
Indra Putra selaku Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi;
* Martin Haendra selaku Business Development Manager PT Trafigura tahun 2019-2021.
Saat ini, sudah ada sembilan terdakwa yang perkaranya tengah diperiksa oleh persidangan. Beberapa dari mereka adalah:
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan;
Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, Muhamad Kerry Adrianto Riza.
Berdasarkan penjelasan jaksa, secara keseluruhan, para terdakwa menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp 285,1 triliun.
Untuk saat ini, tersisa satu berkas yang masih ditangani oleh Kejaksaan Agung, yaitu berkas Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Mohamad Riza Chalid. Berkas milik ayah Kerry ini masih dalam tahap penyidikan karena ia masih berstatus buronan.
Daftar Terdakwa dan Jabatan Masing-Masing
Berikut adalah daftar lengkap terdakwa beserta jabatan masing-masing:
Alfian Nasution – Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (2021-2023)
Hasto Wibowo – VP Integrated Supply Chain (2019-2020)
Toto Nugroho – VP Integrated Supply Chain
Hanung Budya Yuktyanta – Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina
Dwi Sudarsono – VP Crude and Trading PT Pertamina (2019-2020)
Arief Sukmara – Direktur Gas Petrochemical Pertamina International Shipping
Indra Putra – Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi
Martin Haendra – Business Development Manager PT Trafigura (2019-2021)
Riva Siahaan – Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga
Muhamad Kerry Adrianto Riza – Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa
Perkembangan Kasus Korupsi di PT Pertamina
Kasus ini menunjukkan adanya dugaan pelanggaran dalam pengelolaan minyak mentah PT Pertamina. Jaksa menyatakan bahwa kerugian negara mencapai angka yang sangat besar, yaitu sebesar Rp 285,1 triliun. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya dugaan korupsi yang dilakukan oleh para terdakwa.
Selain itu, satu terdakwa lainnya, yaitu Mohamad Riza Chalid, masih dalam proses penyidikan. Ia merupakan Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak dan saat ini masih menjadi buronan. Proses hukum terhadapnya akan terus berlangsung hingga pihak berwenang dapat menangkapnya.
Tantangan dalam Penegakan Hukum
Kasus ini juga menunjukkan tantangan dalam penegakan hukum, khususnya dalam menghadapi terdakwa yang kabur atau tidak hadir dalam persidangan. Kejaksaan Agung dan lembaga penegak hukum lainnya harus terus mempercepat proses penyidikan agar kasus ini dapat segera diputuskan.
Proses sidang perdana yang akan digelar pada 24 Desember 2025 menjadi langkah penting dalam menuntaskan kasus ini. Masyarakat dan pihak berkepentingan berharap proses hukum dapat berjalan transparan dan adil.
Komentar
Kirim Komentar