Setelah Dikuasai Perusahaan Hong Kong, Koinsayang Berubah Nama Jadi OSL Indonesia

Setelah Dikuasai Perusahaan Hong Kong, Koinsayang Berubah Nama Jadi OSL Indonesia

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Setelah Dikuasai Perusahaan Hong Kong, Koinsayang Berubah Nama Jadi OSL Indonesia. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.


Pengembangan Industri Aset Kripto di Indonesia Menunjukkan Tanda-Tanda Pematangan

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Di akhir tahun 2025, industri aset kripto di Indonesia mulai memasuki fase pematangan. Pertumbuhan pasar tidak lagi hanya diukur dari jumlah pengguna, tetapi juga dari penguatan tata kelola, kepatuhan regulasi, serta perlindungan terhadap konsumen. Meskipun nilai transaksi aset kripto dalam negeri mengalami penurunan pada November 2025, tren ini tidak mengurangi optimisme terhadap perkembangan industri yang semakin mapan.

Penurunan Nilai Transaksi pada November 2025

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), nilai transaksi kripto pada bulan November 2025 turun sebesar 24,53% menjadi Rp 37,20 triliun dari Rp 49,29 triliun pada Oktober 2025. Namun, meskipun ada penurunan, total nilai transaksi kripto sepanjang 2025 mencapai Rp 446,77 triliun secara year-to-date.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen dan kondisi pasar aset kripto nasional tetap terjaga dengan baik.

Pertumbuhan Jumlah Pengguna Aset Kripto

Di sisi lain, jumlah pengguna aset kripto terus menunjukkan tren kenaikan. Hingga Oktober 2025, jumlah konsumen kripto tercatat sebanyak 19,08 juta, meningkat 2,5% dibandingkan posisi September 2025 yang berjumlah 18,61 juta konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset kripto semakin besar.

Persaingan Exchanger yang Semakin Ketat

Persaingan di antara exchanger atau platform pertukaran aset kripto di bisnis ini juga semakin seru. Untuk menghadapi persaingan ini, para pemain menerapkan berbagai strategi agar dapat memperkuat posisi mereka di pasar. Salah satu contohnya adalah platform aset kripto Koinsayang yang resmi bertransformasi menjadi OSL Indonesia.

Perubahan ini dilakukan pasca akuisisi Koinsayang oleh OSL Group, perusahaan teknologi finansial asal Hong Kong di bidang perdagangan dan infrastruktur aset digital. Transformasi ini menandai langkah strategis untuk membawa standar operasional dan kepatuhan global ke dalam layanan kripto di pasar Indonesia.

Perubahan yang Melibatkan Arah Bisnis

Perubahan tidak hanya sebatas identitas merek, tetapi juga mencerminkan penyesuaian arah bisnis seiring meningkatnya tuntutan keamanan dan transparansi di industri kripto. Chief Executive Officer OSL Group, Kevin Cui, menyatakan bahwa Indonesia menjadi bagian penting dari strategi ekspansi global perusahaan. Menurutnya, integrasi Koinsayang ke dalam OSL Group memungkinkan transfer keahlian operasional dan standar kepatuhan yang telah diterapkan secara internasional.

"Transformasi ini membawa keahlian global, keunggulan operasional, serta standar kepatuhan dan keamanan ke pasar lokal," ujar Kevin Cui dalam keterangan resmi, Selasa (30/12).

Pendukung yang Kuat dan Visi Masa Depan

Sebagai entitas di bawah OSL Group, OSL Indonesia didukung oleh latar belakang perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Hong Kong. OSL Group juga memiliki jaringan lisensi global di berbagai yurisdiksi, baik yang telah diperoleh maupun yang masih dalam proses, yang menjadi fondasi pendekatan bisnis berbasis kepatuhan regulasi.

Ke depan, OSL Indonesia menyatakan akan berperan dalam mendukung perkembangan ekosistem kripto nasional yang lebih terstruktur. Industri aset digital diharapkan tidak hanya bertumpu pada inovasi teknologi, tetapi juga pada fondasi kepercayaan dan tata kelola yang berkelanjutan. Dengan demikian, aset kripto di Indonesia diharapkan dapat berkembang secara stabil dan berkelanjutan di masa mendatang.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar