
SRMA 20 Sleman Siap Menghadapi Era Pendidikan Digital
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman kini sedang memasuki babak baru dalam proses pendidikan. Seluruh siswa di sekolah berbasis asrama ini akan diberikan laptop yang terhubung ke sistem Learning Management System (LMS). Sistem ini dirancang untuk memudahkan seluruh proses belajar, penugasan, hingga asesmen secara daring dan terpadu.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kepala SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih, menjelaskan bahwa saat ini distribusi laptop sedang dalam tahap instalasi perangkat lunak. LMS tersebut direncanakan mulai aktif pada semester depan. Ia mengatakan, saat ini siswa masih mengerjakan tugas dengan kertas, namun nantinya guru akan unggah materi dan asesmen ke LMS, sementara siswa cukup mengakses sesuai jadwal pelajaran mereka.
Reti menegaskan bahwa teknologi bukan hanya alat bantu belajar, tetapi juga sarana pemerataan akses pendidikan. “Kami ingin anak-anak dari keluarga prasejahtera juga punya kesempatan belajar dengan fasilitas modern. Ini bentuk kesetaraan pendidikan,” ujarnya.
Untuk mendukung program ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan bantuan jaringan internet berkecepatan tinggi sebesar 100 Mbps. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Menteri Komdigi Meutya Hafid sebelum masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada Juni lalu. “Bu Menteri datang langsung dan menyerahkan bantuan internet 100 Mbps untuk SRMA 20 Sleman,” ungkap Reti.
Akses internet ini kini digunakan untuk memperkuat sistem pembelajaran berbasis teknologi di sekolah tersebut. Dalam laman resmi Komdigi disebutkan bahwa dua Sekolah Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta, SRMA 20 Sleman dan SRMA 19 Bantul, telah menerima bantuan infrastruktur digital. SRMA 20 Sleman mendapat dukungan 100 Mbps untuk 75 siswa dari tiga rombongan belajar, sementara SRMA 19 Bantul menerima 200 Mbps bagi 200 siswa dari lima kabupaten/kota di DIY.
Dalam acara penyerahan bantuan di Yogyakarta, Menteri Meutya Hafid menegaskan komitmennya menjadikan Sekolah Rakyat sebagai "smart school". Selain jaringan internet, sekolah juga menerima perangkat smart board dan laptop bagi seluruh siswa untuk menunjang pembelajaran digital yang interaktif. “Setiap anak nanti dapat laptop, pembelajaran IT ada smart board. Pembelajaran ini jadinya menyenangkan,” jelas Reti.
Pendekatan Pendidikan Karakter
Selain memperkuat kemampuan digital, SRMA 20 Sleman tetap menanamkan nilai-nilai karakter lewat kehidupan asrama. Reti menjelaskan, pendidikan karakter dilakukan lewat keseharian siswa di asrama, mulai dari kedisiplinan waktu, kerapian kamar, hingga tanggung jawab pribadi.
Sekolah juga memiliki berbagai kegiatan rutin bertema Jumat, seperti Jumat Tematik, Jumat Taqwa, Jumat Sehat, Jumat Bersih, dan Jumat Karya yang mengasah soft skill dan kreativitas siswa. “Anak-anak membuat karya sesuai minatnya, dari cerpen, karikatur, hingga animasi. Semua dikumpulkan jadi buku karya saat kelulusan,” katanya.
Visi Masa Depan
Dengan kolaborasi antara teknologi dan pendidikan karakter, SRMA 20 Sleman berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga berkarakter kuat dan mandiri. “Kami ingin melahirkan anak-anak yang siap menghadapi masa depan, tanpa kehilangan jati diri,” tutup Reti.
Komentar
Kirim Komentar