
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pemikiran Hanung Bramantyo tentang Disiplin Anak di Sekolah
Sutradara ternama Hanung Bramantyo memiliki pandangan yang jelas terkait dengan disiplin anak di sekolah. Ia menegaskan bahwa tidak akan pernah menyalahkan guru jika anaknya menerima hukuman atau sanksi akibat tindakan nakalnya. Menurut Hanung, tindakan guru tersebut dianggap tepat selama hukuman diberikan dalam rangka pendidikan dan pembelajaran bagi anak.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Hanung menyampaikan pesan yang tegas kepada anaknya. Ia memperingatkan agar tidak pernah mengadukan kepada ayahnya jika ditampar oleh guru karena melanggar aturan di sekolah.
"Kamu ketahuan ngerokok di sekolah terus ditampar sama gurumu, jangan pernah ngadu ke Abi-mu," ujarnya dengan nada tegas. Hanung juga menambahkan bahwa jika anaknya mengadu, ia akan menambahkan hukuman dengan menampar lagi anaknya agar si anak memahami bahwa tindakannya tidak benar dan tidak dapat dibenarkan.
"Sebab kalau kalian ngadu, Abi pasti akan balik menamparmu," tambahnya. Dengan demikian, Hanung berusaha memberikan pelajaran bahwa tindakan yang salah harus dihukum, baik dari guru maupun orang tua.
Kesamaan Pandangan dengan Gubernur Jawa Barat
Pandangan Hanung Bramantyo sejalan dengan pemikiran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pria yang akrab disapa KDM ini juga menegaskan bahwa tidak akan pernah menyalahkan guru yang menjatuhkan sanksi atau hukuman kepada anak yang nakal.
"Sesungguhnya ketika kita menitipkan anak kita di sekolah, kita sudah mempercayakan sepenuhnya kepada guru untuk melakukan pendidikan pada anak-anak kita," ujar Dedi Mulyadi dalam video yang diunggah di akun Instagramnya.
Menurut KDM, orang tua seharusnya bersikap rela dan ikhlas jika guru mendisiplinkan anak yang nakal. Hal ini dilakukan agar anak memahami mana yang baik dan mana yang tidak baik.
"Karena apa? Kalau kita melakukan pembelaan dan kita menyalahkan gurunya, anak itu akan merasa dia boleh melakukan tindakan apapun. Termasuk tindakan-tindakan yang melanggar karena orang tuanya melindungi," jelasnya.
Pentingnya Disiplin dalam Pendidikan
Disiplin menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Tidak hanya guru yang bertanggung jawab atas disiplin, tetapi juga orang tua. Keduanya harus bekerja sama untuk membentuk karakter anak yang kuat dan bertanggung jawab.
Hanung Bramantyo dan Dedi Mulyadi menunjukkan bahwa pendekatan yang konsisten antara guru dan orang tua sangat diperlukan. Dengan begitu, anak akan belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar.
Mereka berpandangan bahwa disiplin bukanlah bentuk kekerasan, melainkan cara untuk memberikan batasan yang jelas. Dengan disiplin yang tepat, anak akan lebih mudah memahami nilai-nilai moral dan etika.
Kesimpulan
Pandangan Hanung Bramantyo dan Dedi Mulyadi menggarisbawahi pentingnya peran guru dalam pendidikan. Disiplin yang diberikan oleh guru harus dihargai dan didukung oleh orang tua. Dengan demikian, anak akan tumbuh menjadi individu yang lebih tangguh dan sadar akan tanggung jawabnya.
Kedua tokoh ini menegaskan bahwa tidak semua hal bisa dihindari. Ketika anak melakukan kesalahan, mereka harus menerima konsekuensinya. Orang tua dan guru harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bermakna.
Komentar
Kirim Komentar