
Pergerakan Pasar Saham Perbankan dan Pengaruhnya terhadap IHSG
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pada hari Kamis, 2 Oktober 2025, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup dengan berbagai peristiwa menarik yang memengaruhi kinerja saham perbankan. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat, sejumlah saham bank besar atau big caps justru mengalami penurunan signifikan. Hal ini menunjukkan adanya tekanan di pasar, terutama pada saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI).
Kinerja Saham BBRI
Saham BBRI menjadi salah satu yang paling terpuruk dalam kategori big caps. Harga penutupan saham BBRI pada hari itu adalah Rp3.710,00 IDR, dengan penurunan nominal sebesar -Rp100,00 atau -2,62% secara persentase. Penurunan ini menyebabkan kapitalisasi pasar BBRI turun sekitar Rp14,94 Triliun dalam sehari.
Meskipun demikian, secara fundamental, laba bersih BBRI pada Juni 2025 meningkat sebesar 8,78%, mencapai Rp12,6 Triliun. Namun, pergerakan pasar sering kali tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi dasar suatu emiten.
Pergerakan Saham Emiten Lain
Selain BBRI, beberapa saham perbankan lain juga mengalami perubahan:
- BBCA (Saham BCA): Harga penutupan Rp7.500,00 IDR, terkoreksi dan menjadi penekan bagi IHSG.
- BMRI (Saham Bank Mandiri): Mengalami kenaikan sebesar +0,46%.
- BBNI (Saham BNI): Naik tipis sebesar +0,25%.
Secara keseluruhan, meskipun BBRI dan BBCA mengalami tekanan, IHSG masih mampu bertahan di level 8.071,08 dengan kenaikan sebesar 0,34%. Sementara itu, Indeks LQ45 naik tipis sebesar 0,15%.
Dinamika Pasar dan Analisis Investor
Penurunan tajam pada saham BBRI menunjukkan adanya aksi jual besar-besaran, kemungkinan oleh investor asing. Mereka mungkin sedang mengalihkan dana dari saham big caps ke instrumen investasi lain. Meski sentimen pasar secara umum positif, situasi ini bisa menjadi tantangan bagi investor lokal.
Investor perlu memperhatikan apakah harga saat ini merupakan titik yang menarik untuk melakukan buy on weakness, yaitu strategi pembelian saham saat harga sedang turun. Ini bisa menjadi peluang jika dikelola dengan baik.
Lonjakan Perdagangan Kumulatif
Meskipun ada penurunan pada saham BBRI dan BBCA, total perdagangan IHSG mengalami lonjakan sebesar +27,24 poin. Kapitalisasi pasar kumulatif juga meningkat, meski didorong oleh saham second-liner dan mid-caps yang memiliki bobot lebih ringan.
Kesimpulan
Pergerakan pasar saham perbankan menunjukkan ketidakstabilan, terutama pada saham BBRI. Investor perlu memantau dinamika ini dengan cermat, karena perubahan pasar bisa terjadi sewaktu-waktu. Meskipun IHSG menguat, kinerja saham perbankan tetap menjadi fokus utama para pemain pasar.
Komentar
Kirim Komentar