RI–Uni Ekonomi Eurasia Siap Teken FTA, Perdagangan Diprediksi Melonjak

RI–Uni Ekonomi Eurasia Siap Teken FTA, Perdagangan Diprediksi Melonjak

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai RI–Uni Ekonomi Eurasia Siap Teken FTA, Perdagangan Diprediksi Melonjak menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–EAEU Segera Ditandatangani

Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara Republik Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akan segera ditandatangani. Perjanjian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat akses pasar serta posisi strategis Indonesia di kawasan Eurasia. Dengan adanya FTA ini, produk-produk nasional Indonesia akan memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk ke lima negara anggota EAEU, yaitu Rusia, Armenia, Belarusia, Kirgizstan, dan Kazakhstan.

Perjanjian ini diproyeksikan dapat memperluas jangkauan perdagangan Indonesia ke kawasan nontradisional yang memiliki basis pasar sekitar 179,8 juta penduduk. Pemerintah menempatkan Indonesia–EAEU FTA sebagai instrumen strategis untuk memperbesar skala perdagangan sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha nasional di pasar Eurasia.

Menurut Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, Indonesia akan mendapatkan akses peluang pasar yang lebih luas di kawasan Eurasia dengan potensi pasar yang signifikan. Ia menyampaikan hal tersebut saat berada di Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kinerja perdagangan Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia menunjukkan tren positif. Pada 2024, total nilai perdagangan kedua pihak mencapai 4,5 miliar dolar AS. Dalam periode 2020–2024, rata-rata pertumbuhan perdagangan tercatat sebesar 21,45 persen, mencerminkan penguatan hubungan dagang Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU.

Budi Santoso mengungkapkan harapan bahwa perdagangan Indonesia dengan Eurasia akan meningkat hingga dua kali lipat. Kinerja ekspor di pasar ini juga menunjukkan capaian yang cukup baik. Di sisi lain, Indonesia membutuhkan barang-barang seperti barang modal dari Eurasia.

Pemerintah menilai keberhasilan perjanjian dagang sangat ditentukan oleh optimalisasi implementasi di lapangan. Penguatan jejaring bisnis ditempatkan sebagai prioritas agar manfaat FTA dapat segera dirasakan pelaku usaha. Kemendag mendorong pembentukan forum bisnis, termasuk rencana Forum Bisnis Indonesia–Belarusia, sebagai wahana mempertemukan pelaku usaha, memperkuat kemitraan, serta mendukung kelancaran perdagangan dan investasi.

“Terbukanya akses pasar memberi kesempatan untuk memperbesar skala perdagangan dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar Eurasia. Pemerintah berkomitmen mendorong perdagangan internasional yang adil, nondiskriminatif, dan saling menguntungkan,” ujar Budi Santoso.

Wakil Perdana Menteri Belarusia Viktor Karankevich menyampaikan kesiapan negara-negara EAEU untuk menandatangani perjanjian tersebut. Pada 24 November 2025, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko telah menandatangani Keputusan Presiden yang menyetujui rancangan Indonesia–EAEU FTA sebagai dasar penandatanganan bersama negara anggota lainnya.

“Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kapasitas ekonomi dan taraf hidup masyarakat di Indonesia, Belarusia, serta negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia lainnya,” tutur Karankevich.

Forum tersebut juga membahas peluang dan tantangan implementasi Indonesia–EAEU FTA dari perspektif pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono menyampaikan perundingan Indonesia–EAEU FTA berhasil dirampungkan pada 2025 dengan proses relatif singkat sejak diinisiasi pada 2023.

Tahap awal perjanjian difokuskan pada perdagangan barang, sementara kerja sama jasa, investasi, dan aspek lainnya disiapkan sebagai pengembangan lanjutan.

Pemerintah menargetkan manfaat perjanjian mulai dirasakan pelaku usaha paling cepat pada akhir 2026 atau selambat-lambatnya 2027, seiring penyelesaian berbagai perjanjian dagang Indonesia dengan mitra internasional lainnya. Pasar Eurasia diposisikan sebagai mitra strategis di tengah dinamika global yang menuntut diversifikasi pasar ekspor.

Potensi produk Indonesia di pasar Eurasia mencakup komoditas berbasis kelapa sawit dan turunannya, serat alami, produk pertanian seperti kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah, hingga pangan olahan. Peluang juga terbuka pada sektor industri, terutama komponen dan suku cadang otomotif, menyusul kekosongan pasokan di Rusia sejak sejumlah produsen Eropa menarik diri pada 2022. Produk perikanan segar dan olahan turut memiliki permintaan tinggi di kawasan tersebut.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai RI–Uni Ekonomi Eurasia Siap Teken FTA, Perdagangan Diprediksi Melonjak ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar