
Renungan Katolik Hari Ini: Sejarah Panjang
Renungan Katolik hari ini memiliki tema "Sejarah Panjang". Renungan ini disampaikan dalam konteks hari Rabu biasa Khusus Adven, yang mengingatkan kita pada perjalanan spiritual menuju kelahiran Yesus Kristus. Dalam renungan ini, kita diberi kesempatan untuk merenungkan bagaimana sejarah panjang umat manusia telah menjadi bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan dunia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Bacaan Liturgi
Bacaan pertama diambil dari Kitab Kejadian 49:2,8-10, yang berisi firman Tuhan kepada Yakub tentang keturunan Yehuda. Ayat tersebut menyatakan bahwa "Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda." Hal ini menunjukkan bahwa keturunan Yehuda akan menjadi pusat kekuasaan dan pemerintahan yang berasal dari Tuhan.
Mazmur Tanggapan Mzm. 72:1-2,3-4ab,7-8,17 memberikan doa kepada Tuhan agar ia memberikan hukum dan keadilan kepada raja dan puteranya. Mazmur ini juga memohon agar bangsa-bangsa diberkati dengan damai sejahtera dan kebenaran.
Bait Pengantar Injil mengandung refrensi "Alleluya, alleluya" yang merupakan panggilan untuk merayakan kehadiran Tuhan. Bacaan Injil Matius 1:1-17 menjelaskan silsilah Yesus Kristus, anak Daud dan Abraham, yang menunjukkan bagaimana Yesus adalah bagian dari sejarah panjang umat manusia.
Renungan Harian Katolik
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus, mulai tanggal 17 Desember, kita memasuki Pekan Khusus Adven. Pekan ini merupakan masa persiapan untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat dunia. Bacaan-bacaan Kitab Suci dipilih secara khusus untuk membimbing umat Allah dalam mengarahkan hati dan budi serta seluruh diri ke peristiwa mahapenting, yakni kelahiran Yesus Kristus.
Kelahiran Yesus Kristus terjadi dalam sejarah umat manusia, yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang dan melibatkan banyak tokoh leluhur nenek moyang orang tua tertentu. Hal ini dirangkum dalam “silsilah Yesus Kristus” sebagaimana ditulis oleh penginjil Matius dan disajikan dalam bacaan Injil hari ini. Silsilah ini menempatkan Yesus dalam tradisi Yahudi, sebagai anak Abraham dan Daud maupun kelanjutannya dari garis keturunan Daud sesudah pembuangan tahun 587 SM.
Ketika Malaikat Gabriel diutus Allah untuk menyampaikan kabar gembira kepada Maria, malaikat itu menjelaskan tentang Yesus, nama yang hendaknya diberikan kepada Anak yang akan dikandung dan dilahirkan oleh Maria. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.
Sebelum Yesus yang disebut Kristus dikandung dan dilahirkan oleh Perawan Maria, telah terbentang sejarah panjang, yang disimpulkan oleh Matius demikian: "Jadi, seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus."
Kesimpulan Matius menegaskan bahwa “dari Abraham …. sampai Kristus” menunjukkan durasi waktu yang panjang dan lama, bagaimana Allah mempersiapkan umat-Nya untuk mengalami sejarah keselamatan-Nya, yang terpenuhi dalam Diri Yesus Putra-Nya. Dia adalah Allah yang menyejarah. Dia adalah Allah yang menjadi manusia dan manusia yang sungguh-sungguh Tuhan dan Allah.
Pada nama-nama yang disebutkan dalam silsilah Yesus Kristus itulah Allah membangun sejarah keselamatan. Dari nama-nama tersebut, tidak semua adalah orang hebat, suci, saleh dan benar. Ada dari antara mereka adalah orang-orang berdosa, meskipun pada akhirnya Yesus dilahirkan dari Santa Perawan Maria Yang Tak Bernoda, bahkan sejak awal hidupnya ia telah dibebaskan dari noda dosa.
Kita tidak termasuk dalam garis keturunan menurut daging, “dari Abraham …. sampai Kristus”, dan karena itu tidak masuk dalam kesatuan darah dan daging para leluhur. Namun demikian, berkat iman akan Yesus yang disebut Kristus itu, Yesus memberikan kemungkinan lain. Yakni, dengan memberikan darah dan daging-Nya sendiri kepada kita yang percaya kepada-Nya sehingga kita menjadi satu dengan Dia, menjadi sedarah dan sedaging dengan-Nya.
Dengan demikian, saudara-saudari, berkat iman akan Yesus dan hidup sakramental, melalui Ekaristi, kita telah masuk dalam sejarah panjang Allah menyelamatkan kita, umat-Nya, dalam dan karena Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Mari kita hayati perjalanan iman kita dalam sejarah panjang, yang berujung pada “hidup yang kekal”.
Doa
Ya Tuhan, siapkanlah hati kami agar kami dengan penuh sukacita merayakan natal. Bantulah kami agar kami mampu secara batin mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Berkatilah usaha pertobatan kami agar kami mampu menjaganya dalam seluruh hidup kami. Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu Pekan III Advent. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus....Amin.
Komentar
Kirim Komentar