Renungan Harian Markus 11:15-19: Doa dan Ibadah

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Renungan Harian Markus 11:15-19: Doa dan Ibadah, berikut adalah fakta yang berhasil kami himpun dari lapangan.
Renungan Harian Markus 11:15-19: Doa dan Ibadah

Renungan Harian Kristen: Rumah Doa dan Ibadah

Membuka hari dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan adalah cara yang sangat baik untuk menjaga kesehatan rohani kita. Dengan memahami ajaran Alkitab, kita dapat mendapatkan petunjuk dan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah rekomendasi renungan harian Kristen berjudul "Rumah Doa dan Ibadah".

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Firman Tuhan dalam Markus 11:15-19

Dalam Markus 11:15-19, kita menemukan kisah Yesus yang menginspeksi bait Allah setelah menginspeksi pohon ara. Kata-kata-Nya yang terkenal adalah: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa?" (Markus 11:17b).

Pohon ara yang tidak berbuah meskipun tampak subur menjadi metafora bagi bait Allah yang tidak menghasilkan buah rohani karena menyimpang dari panggilan-Nya. Bait Allah seharusnya menjadi pusat peribadatan, tetapi justru menjadi sarang penyamun. Sama seperti pohon ara yang dikutuk, aktivitas penyamun juga dikutuk dan dibubarkan oleh Yesus.

Penulis Injil Sinoptik menjelaskan alasan Yesus melakukan hal tersebut dengan mengutip Yesaya 56:7 dan Yeremia 7:11. Sementara itu, Yohanes melengkapinya dengan penggenapan Mazmur 69:10, karena cinta-Nya terhadap rumah Allah.

Yesus Mendirikan Jemaat, Bukan Gedung Gereja

Yesus mendirikan jemaat-Nya (Matius 16:13), tetapi tidak mendirikan gedung gereja. Pada masa awal, keluarga-keluarga di rumah masing-masing menjadi "tempat doa dan beribadah" bagi jemaat mula-mula. Gedung gereja pertama kali didirikan menjelang tahun 200 Masehi di kota Edessa (kini Urfa di Turki). Di sana, jemaat berkumpul untuk benar-benar beribadah dengan kekudusan dan ketertiban, tanpa ada aktifitas lainnya.

Namun, saat ini, banyak gereja sudah menjadi seperti bait Allah di zaman Yesus! Tempat berbisnis bahkan untuk berpolitik praktis. Padahal, rumah dan keluarga kita adalah jemaat yang didirikan oleh Yesus 2000 tahun lalu, yang menjadi rumah doa dan ibadah.

Rumah Allah Ada di Dalam Hati

Berbeda dengan Perjanjian Lama, di mana representatif Allah berdiam di dalam bangunan "Bait Allah", pada Perjanjian Baru, Bait Allah ada di dalam hati setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi (1 Korintus 3:16).

Inspirasi yang bisa kita ambil dari renungan ini adalah: Apakah gereja Anda benar-benar menjadi pusat ibadah atau dipenuhi dengan bisnis dan politik? Apakah rumah dan keluarga Anda sudah menjadi rumah doa dan peribadatan? Jika belum, ambillah inisiatif untuk memulainya hari ini.

Tips untuk Menjadi Rumah Doa dan Ibadah

  • Mulailah dengan doa bersama
    Ajak anggota keluarga untuk berdoa bersama setiap pagi atau malam. Ini akan menciptakan suasana spiritual dalam rumah.

  • Jadikan waktu ibadah rutin
    Tetapkan waktu khusus untuk membaca Alkitab, berdoa, atau beribadah bersama. Konsistensi akan memperkuat iman.

  • Hindari gangguan selama ibadah
    Pastikan tidak ada gangguan seperti TV, ponsel, atau aktivitas lain selama waktu ibadah. Fokuslah pada Tuhan.

  • Libatkan anak-anak dalam ibadah
    Ajarkan anak-anak tentang nilai-nilai iman melalui cerita Alkitab dan doa. Mereka akan tumbuh dengan dasar iman yang kuat.

  • Kembangkan komunitas doa
    Bentuk kelompok doa kecil dengan tetangga atau teman dekat. Kebersamaan dalam doa akan memperkuat hubungan antara manusia dan Tuhan.


Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Renungan Harian Markus 11:15-19: Doa dan Ibadah. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar