Rempah Bintang Jadi Kemenangan, Kevan Wakili Jawa Barat di Final OPSI 2025

Rempah Bintang Jadi Kemenangan, Kevan Wakili Jawa Barat di Final OPSI 2025

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Rempah Bintang Jadi Kemenangan, Kevan Wakili Jawa Barat di Final OPSI 2025 yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Rempah Bintang Jadi Kemenangan, Kevan Wakili Jawa Barat di Final OPSI 2025

Prestasi Menggembirakan dari SMP Unggulan Darul Hikam

SMP Unggulan Darul Hikam kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Muhammad Kevan Asadel Djauhari, siswa kelas 8-3, berhasil melaju hingga babak final Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025. Ia menjadi salah satu dari dua wakil Provinsi Jawa Barat di tingkat nasional.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kepala Sekolah SMP Unggulan Darul Hikam, Yudianto, menyebut capaian Kevan sebagai bukti nyata bahwa siswa Darul Hikam tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter berakhlak dan berprestasi.

“Keikutsertaan Kevan ini menjadi bukti bahwa siswa kami adalah generasi berakhlak dan berprestasi. Ia berjuang keras mempersiapkan diri hingga berhasil menjadi salah satu dari dua wakil Jawa Barat di final nasional,” ujar Yudianto.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan Kevan merupakan hasil dari sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua. Selain dukungan administratif, sekolah juga memfasilitasi bimbingan konten oleh guru IPA, serta membantu proses penelitian yang dilakukan di berbagai laboratorium universitas seperti UNPAD, ITB, UGM, dan UMY.

“Kami berkolaborasi dengan orang tua dan memastikan setiap kebutuhan Kevan terpenuhi. Ini bentuk nyata kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menyiapkan siswa berprestasi,” tambahnya.

Perjalanan Riset Kevan: Dari Ide Sederhana ke Proyek Nasional

Kevan mengaku ketertarikannya pada riset berawal dari keinginan untuk mencari pengalaman dan pengetahuan baru. Ia ingin melatih kemampuan bekerja dalam sebuah proyek penelitian yang nyata.

“Saya ingin mencari pengalaman dan pengetahuan, serta melatih kemampuan bekerja dalam penelitian,” ungkapnya.

Inspirasi penelitian Kevan datang dari hal yang sederhana — rempah berbentuk bintang yang biasa ditemukan di dapur. Setelah mencari tahu lebih jauh, ia menemukan bahwa rempah tersebut mengandung antioksidan yang berpotensi mengurangi dampak buruk antibiotik.

“Saya menemukan bahan alam ini secara tidak sengaja. Bentuknya unik seperti bintang, dan setelah saya cari tahu, ternyata punya kandungan antioksidan. Dari situ saya mulai meneliti kemungkinannya untuk mengurangi efek samping antibiotik,” jelas Kevan.

Proses penelitian tidak selalu mudah. Kevan harus menghadapi berbagai tantangan seperti mencari laboratorium yang tepat, mengurus dokumen ethical clearance, hingga HAKI (Hak Kekayaan Intelektual). Ia juga mengaku pengalaman paling menantang adalah saat pertama kali melakukan uji coba pada hewan laboratorium.

“Tantangan terbesar adalah saat harus menyuntik dan membedah tikus. Dari situ saya belajar bahwa riset itu proses yang panjang, kompleks, dan butuh kesabaran,” ujarnya.

Peran Guru Pembimbing dan Nilai Pendidikan Riset

Guru pembimbing OPSI SMP Darul Hikam, Ari Widiastuti, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan sejak tahap proposal hingga presentasi final. Menurutnya, OPSI bukan sekadar lomba, tetapi media pembelajaran ilmiah yang membentuk karakter siswa.

“Kami mendampingi siswa mulai dari ide penelitian, eksperimen, hingga latihan presentasi. OPSI mengajarkan cara berpikir kritis, sistematis, serta membangun ketekunan dan ketelitian,” tutur Ari.

Meski dihadapkan pada keterbatasan alat dan waktu, komunikasi intensif antara guru dan siswa menjadi kunci keberhasilan. Proses bimbingan juga melibatkan diskusi terbuka agar ide yang muncul sesuai dengan minat dan potensi siswa.

“Kami membuka ruang diskusi sesuai minat siswa, lalu meninjau penelitian sebelumnya untuk menemukan ide yang relevan. Itu membuat mereka merasa memiliki penelitiannya sendiri,” tambahnya.

Ari berharap keberhasilan Kevan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk mencintai proses penelitian dan membangun budaya riset di lingkungan sekolah.

“Kami tentu berharap Kevan meraih juara. Namun lebih penting lagi, agar pengalaman ini menumbuhkan semangat belajar dan pantang menyerah pada siswa lainnya,” ujarnya.

Budaya Meneliti di SMP Darul Hikam

Menurut Kepala Sekolah, kegiatan OPSI sejalan dengan misi SMP Darul Hikam dalam membangun scientific culture di kalangan siswa. Tahun ini, terdapat tujuh kelompok siswa yang mengikuti OPSI di berbagai bidang penelitian.

“Budaya meneliti kami tanamkan agar siswa terbiasa berpikir ilmiah dan solutif. Dengan begitu, mereka siap menghadapi masa depan dengan cara berpikir yang terukur dan rasional. Jadikan OPSI sebagai ajang untuk terus belajar dan berbagi. Inovasi kalian akan membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadikan kalian generasi Rahmatan Lil Alamin,” tutup Yudianto.


Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar