Kritik terhadap Profesionalitas Kementerian Kebudayaan
Pihak Pakubuwono XIV Purboyo mengkritik profesionalitas dan independensi Kementerian Kebudayaan dalam menangani perselisihan antara dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta. Kritik ini muncul setelah putri Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan, yaitu BRAy Putri Woelan Sari Dewi, ditunjuk sebagai Staf Khusus Kemenbud. Pihak PB XIV merasa bahwa keberadaan putri tersebut membuat posisi kementerian terkesan tidak netral.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon membantah tudingan tersebut dengan menegaskan bahwa pihaknya tetap menjaga profesionalisme dalam menangani isu yang sedang berlangsung. Ia juga menyatakan bahwa dirinya memiliki hubungan yang baik dengan berbagai pihak di Keraton Surakarta, termasuk almarhum Sinuhun Pakubuwono XIII, Lembaga Dewan Adat (LDA), dan Panembahan Agung Tedjowulan.
“Semua saya kenal. Saya juga pernah mendapatkan penghargaan dari Sinuhun PB XIII, Kanjeng Pangeran Kusumo Hadiningrat, tahun 2011 kalau tidak salah. Waktu itu Sinuhun Tedjowulan sebagai Kanjeng Pangeran Haryo Kusumo Yudho. Dua-duanya saya kenal dengan baik. Saya juga kenal Ketua Lembaga Dewan Adat Gusti Moeng. Kita ingin suasana yang baik dan kondusif, tentu demi masa depan keraton sendiri,” ujarnya saat ditemui di depan Panggung Songgo Buwono, Selasa (16/12/2025).

Alasan Tidak Hadir dalam Pertemuan Jakarta
Sebelumnya, Juru Bicara Pakubuwono XIV Purboyo, KPA Singonagoro, mempertanyakan independensi Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam menyikapi suksesi kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta. Menurutnya, Kementerian Kebudayaan lebih intens berkomunikasi dengan pihak lain, sehingga pihaknya memilih untuk tidak hadir dalam pertemuan dialog di Jakarta.
“Itu juga menjadi perhatian kami. Yang jelas, kami mempertanyakan bagaimana independensi Kementerian Kebudayaan. Karena beliau hadir dalam memfasilitasi putrinya Gusti Tedjo,” ungkapnya saat ditemui di Talang Paten, Sabtu (13/12/2025).
Ia menilai bahwa sebelum ada pertemuan kedua belah pihak, seharusnya dibangun komunikasi terlebih dahulu dengan pihaknya. Menurutnya, selama ini Kementerian Kebudayaan sudah banyak berdiskusi dengan pihak sana, namun tidak pernah melibatkan pihaknya.
“Selama ini dari Kementerian Kebudayaan sudah banyak ngobrol dengan pihak sana. Monggo sekali-kali ngopi bareng dengan yang di sini. Kalau konsepnya ingin memfasilitasi, ya harus duduk dulu. Kalau sudah mendengarkan sana, juga harus mendengarkan sini. Posisinya saat ini, selama ini kami tidak pernah diajak ngobrol,” jelasnya.
Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan pihaknya untuk tidak hadir dalam pertemuan bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Resto Plataran Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/12/2025), yang juga dihadiri Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan.
Komentar
Kirim Komentar