Psikolog: Perhatikan Kesehatan Mental Keluarga Pasca-Kekerasan

Psikolog: Perhatikan Kesehatan Mental Keluarga Pasca-Kekerasan

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Psikolog: Perhatikan Kesehatan Mental Keluarga Pasca-Kekerasan, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Psikolog: Perhatikan Kesehatan Mental Keluarga Pasca-Kekerasan

Kasus Pembunuhan dalam Rumah Tangga di Bener Meriah Memicu Keprihatinan

\n

Sebuah kejadian tragis kembali terjadi di Kabupaten Bener Meriah, yang mengguncang masyarakat setempat. Seorang ayah tega melakukan tindakan kekerasan terhadap anak kandungnya sendiri hingga menyebabkan luka serius. Kejadian ini terjadi di wilayah Bintang Berangun, Kecamatan Pintu Rime Gayo, pada Jumat (15/8/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

\n

Korban yang bernama TI (24), seorang remaja, ditemukan meninggal dunia akibat dibacok berkali-kali oleh ayah kandungnya, S (48). Peristiwa ini memicu rasa shock dan prihatin di kalangan warga sekitar serta para pihak terkait.

\n

Latar Belakang Korban dan Lingkungan Sekitar

\n

Warga setempat mengungkapkan bahwa korban baru saja menetap di kampung ayahnya selama sekitar dua tahun terakhir. Saat tinggal bersama ayahnya, korban hanya tinggal berdua dengan sang ayah, sementara hubungan antara ayah dan ibunya sudah lama berpisah. Selama masa tinggal tersebut, korban jarang terlibat dalam interaksi sosial dengan masyarakat, terutama dengan pemuda-pemuda sebaya.

\n

Selain itu, warga juga kerap mendengar keributan antara korban dan ayahnya. Hal ini menunjukkan adanya ketegangan dalam hubungan keluarga yang cukup lama berlangsung. Namun, tidak ada upaya penyelesaian secara damai yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

\n

Tanggapan dari Psikolog TP2TPA Bener Meriah

\n

Peristiwa ini tidak hanya menjadi sorotan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran dari para ahli psikologi. Ismi Niara Bina, psikolog dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA) Bener Meriah, memberikan tanggapan terkait kasus ini.

\n

Ismi menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental dan pengendalian emosi dalam keluarga. Ia menjelaskan bahwa kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak bisa menyebabkan luka fisik maupun psikologis yang sangat dalam.

\n

“Anak yang menjadi korban kekerasan rentan mengalami trauma. Mereka membutuhkan pendampingan psikologis yang konsisten untuk proses penyembuhan,” jelasnya.

\n

Menurut Ismi, konflik keluarga seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang sehat, bukan dengan kekerasan. Kekerasan antara orang tua dan anak bisa merusak ikatan emosional yang telah terbangun sejak dini. Faktor-faktor seperti ekonomi, lingkungan, dan kondisi psikologis pelaku atau korban juga turut berkontribusi dalam terjadinya kejadian ini.

\n

Dampak Trauma pada Anak

\n

Anak yang pernah menjadi korban kekerasan orang tua memiliki risiko tinggi mengalami gangguan kecemasan dan depresi. Mereka cenderung takut berlebihan terhadap orang tua atau lingkungan sekitar, serta kesulitan dalam menjalin hubungan sosial di masa depan.

\n

Jika tidak ditangani sejak dini, trauma tersebut bisa terus menghantui anak hingga dewasa, sehingga memengaruhi pola hubungan dan kepribadiannya. Ismi menekankan bahwa kasus ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah, lembaga sosial, dan tokoh masyarakat.

\n

Pentingnya Edukasi dan Penanganan Kasus

\n

Ismi menyarankan agar semua pihak bekerja sama dalam memberikan edukasi tentang parenting sehat dan pengendalian emosi. Ia menekankan bahwa kekerasan bukanlah solusi, apalagi jika terjadi terhadap anak. Pendidikan tentang pola asuh, komunikasi yang sehat, serta penyuluhan terkait bahaya kekerasan dalam rumah tangga perlu diperkuat.

\n

Setiap kasus kekerasan domestik harus segera dilaporkan dan ditangani secara tepat. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental keluarga.

\n

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

\n

Dengan dukungan hukum, pendampingan psikologis, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan kasus serupa tidak akan terulang kembali. Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga harmonisasi keluarga melalui pendekatan penuh kasih sayang dan saling memahami.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar