
Perpisahan Atalia Praratya dan Ridwan Kamil, Analisis Psikolog
Kabar perceraian mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dengan istrinya, Atalia Praratya, menarik perhatian para ahli psikologi. Seorang psikolog bernama Nuchayati memberikan analisis mengenai alasan Atalia menggugat cerai suaminya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Menurut Nuchayati, Atalia tidak mengambil keputusan ini secara mendadak. Ia mempertimbangkan berbagai aspek sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah dari Kang Emil. Keputusan tersebut dianggap sebagai hasil dari pertimbangan matang yang dilakukan oleh Atalia.
Kabar gugatan cerai Atalia terhadap Ridwan Kamil sempat membuat banyak orang terkejut. Pasalnya, pasangan ini telah menjalani pernikahan selama 29 tahun. Namun, beberapa isu yang muncul belakangan, seperti dugaan selingkuh dengan Lisa Mariana, menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi hubungan mereka.
Meskipun isu tersebut dibantah dengan bukti tes DNA yang menyatakan bahwa anak Lisa Mariana bukanlah anak biologis Ridwan Kamil, hal itu tetap meninggalkan dampak pada kesehatan mental dan emosional pasangan tersebut. Selain itu, Ridwan Kamil juga pernah terlibat dalam kasus di KPK, yang semakin memperburuk situasi.
Di tengah semua masalah tersebut, Atalia tampak setia mendampingi suaminya. Namun, pada pertengahan Desember 2025, kabar resmi tentang gugatan cerai Atalia mulai beredar.
Penyebab Gugatan Cerai
Nuchayati menjelaskan bahwa Atalia tidak hanya terdorong oleh emosi sesaat dalam mengambil keputusan ini. Menurutnya, wanita dengan latar belakang karir, pendidikan, dan sosial yang baik biasanya akan mempertimbangkan segala konsekuensi sebelum mengambil langkah besar seperti ini.
"Seorang perempuan yang memiliki kehidupan stabil, maka ia pasti akan mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan untuk berpisah," ujar Nuchayati dalam tayangan Intens Investigasi.
Ia juga menekankan bahwa keputusan Atalia untuk menggugat cerai bukanlah tindakan impulsif. "Dia memastikan bahwa keputusan ini tidak hanya didasari oleh emosi, tapi juga melalui persiapan dan pemikiran matang," tambahnya.
Selain itu, Nuchayati menyatakan bahwa Atalia sudah memprediksi berbagai kemungkinan jika dirinya benar-benar berpisah dari Ridwan Kamil. "Dia memahami bahwa keputusan ini tidak akan merugikannya, dan dia tetap bisa menikmati kehidupan yang baik meskipun tidak lagi bersama suaminya," kata Nuchayati.
Respons Pengacara Ridwan Kamil
Sementara itu, pengacara Ridwan Kamil, Muslim Butar Butar, mengungkapkan responsnya terhadap gugatan cerai yang diajukan oleh Atalia. Ia mengaku tidak tahu informasi lebih lanjut mengenai isi gugatan tersebut dan enggan memberikan komentar lebih jauh.
"Kami tidak tahu dan tidak merespons gugatan cerai tersebut. Itu adalah wewenang penuh pengacara yang menangani kasus ini," ujar Muslim.
Namun, ia juga menyampaikan doa agar Ridwan Kamil dapat melewati masa sulit ini dengan baik. "Ini adalah cobaan besar bagi beliau, dan kami berharap beliau mampu menghadapi segala tantangan ini," tambahnya.
Jadwal Sidang Perceraian
Dede Supriadi, Panitera Pengadilan Agama Bandung, mengonfirmasi bahwa gugatan cerai Atalia terhadap Ridwan Kamil telah masuk ke pengadilan. Sidang awal akan digelar di minggu ketiga Desember 2025.
"Perkara tersebut sudah masuk dan akan disidangkan minggu ini," ujar Dede Supriadi dikutip dari Kompas.com.
Sidang perceraian antara Atalia dan Ridwan Kamil akan dilakukan secara tertutup sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Hingga saat ini, baik Atalia maupun Ridwan Kamil belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan tersebut.
Komentar
Kirim Komentar