
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Profil Sumardji, Perwira Polisi yang Mundur dari Jabatan Manajer Timnas Indonesia
Sumardji kini menjadi sorotan publik setelah mengumumkan mundurnya dari jabatan sebagai manajer Timnas Indonesia. Seorang perwira polisi aktif, ia memiliki latar belakang karier yang cukup menonjol baik di dalam maupun di luar institusi kepolisian.
Latar Belakang dan Karier
Sumardji lahir pada 12 Februari 1972 di Nganjuk, Jawa Timur. Ia adalah seorang perwira menengah Polri dengan pangkat Komisaris Besar (Kombes). Saat ini, ia menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tk III Itwarsum Polri. Sebagai abiturien Sekolah Calon Perwira (Secapa) 2001, Sumardji pernah menjabat beberapa posisi strategis di lingkungan Polri.
Beberapa jabatan penting yang pernah diemban olehnya antara lain: * Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya * Wakil Direktur Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Metro Jaya * Kapolresta Sidoarjo * Dirlantas Polda Bengkulu
Selain berprofesi sebagai anggota polisi, Sumardji juga dikenal aktif dalam dunia sepak bola. Pada tahun 2016, ia ditunjuk sebagai manajer Bhayangkara FC, salah satu klub Liga 1. Di sana, ia memainkan peran penting dalam menjalankan roda organisasi klub, termasuk administrasi dan komunikasi tim.
Prestasi di Dunia Sepak Bola
Dalam perannya sebagai manajer Bhayangkara FC, Sumardji berhasil membawa klub tersebut meraih gelar juara Liga 1 pada musim 2017. Setahun kemudian, ia ditunjuk sebagai manajer Timnas U-22 Indonesia untuk bertanding di Piala AFF 2019. Kali ini, prestasi yang diraihnya lebih tinggi karena mencapai level internasional.
Selain itu, Sumardji juga ikut berkontribusi dalam meraih medali emas cabang olahraga sepak bola pada Sea Games Kamboja 2023. Ini menjadi pencapaian penting bagi Indonesia setelah 32 tahun tidak mampu meraih medali emas di ajang tersebut.
Keputusan untuk Mundur dari Timnas Indonesia
Setelah menghadapi hasil yang kurang memuaskan di SEA Games 2025, Sumardji mengambil keputusan untuk mundur dari jabatan sebagai manajer Timnas Indonesia. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada 16 Desember 2025, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada Ketua Umum PSSI.
Keputusan ini diambil setelah Timnas U22 Indonesia gagal mencapai target meraih medali perak. Dari dua pertandingan yang dijalani, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan saat menghadapi Myanmar dengan skor 3-1, serta menelan kekalahan 0-1 dari Filipina.
Persiapan dan Evaluasi
Sumardji menegaskan bahwa seluruh persiapan untuk SEA Games 2025 telah dilakukan secara maksimal. Timnas U22 Indonesia menjalani program pemusatan latihan (TC) dalam dua tahap di Jakarta, serta melaksanakan laga uji coba melawan India dan Mali.
Namun, hasil yang diperoleh tidak sesuai harapan. "Kami sudah mempersiapkan dari mulai TC, dilanjut uji coba, dan di Chiang Mai juga kita lakukan TC kembali, dan untuk pelaksanaan kita tahu bahwa hasilnya sangat tidak menguntungkan," ujarnya.
Langkah Berikutnya
Setelah tidak lagi menjabat sebagai manajer Timnas SEA Games, Sumardji menyatakan akan fokus pada tugas sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN). Ia menilai tugas-tugas yang harus dikerjakan di BTN sangat berat, terutama karena Timnas senior maupun kelompok usia mengalami situasi yang memerlukan kerja ekstra.
Ia juga berharap kepada calon penerusnya agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan memperbaiki situasi yang kurang baik saat ini. "Saya serahkan tugas dan tanggung jawab yang saya emban selama ini kepada Ketua Umum agar supaya berkaitan dengan manajer timnas ke depan dicarikan sosok paling tepat, paling ikhlas, paling bertanggung jawab," ujarnya.
Komentar
Kirim Komentar