Produksi Migas Prabumulih Melebihi Target 2025

Produksi Migas Prabumulih Melebihi Target 2025

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Produksi Migas Prabumulih Melebihi Target 2025. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi di Prabumulih Field Tahun 2025

PT Pertamina EP (PEP) melaporkan bahwa produksi minyak dan gas bumi atau migas di Prabumulih Field pada tahun 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan. Produksi minyak year to date (YTD) mencapai 11.024 barel per hari (BOPD), atau sebesar 124,9 persen dari target tahun ini sebesar 8.347 BOPD.

“Produksi minyak PEP Prabumulih Field tumbuh dari kisaran 8.000 BOPD pada 2024 menjadi lebih dari 10.000 BOPD di 2025,” ujar Senior Manager PEP Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah melalui keterangan tertulis, Rabu, 31 Desember 2025.

Selain itu, kinerja positif juga terlihat pada produksi gas. Sepanjang 2025, PEP Prabumulih Field memproduksi gas sebesar 118,89 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Angka tersebut setara dengan 102,8 persen dari target yang ditetapkan sebesar 114,52 MMSCFD.

Luthfi menyebut peningkatan produksi tidak lepas dari solidnya kerja tim dan dukungan berbagai pihak. Cluster Gunung Kemala masih menjadi tulang punggung peningkatan produksi migas di wilayah kerja tersebut. Selain itu, temuan pengembangan di area LKT turut berkontribusi signifikan dalam mendongkrak produksi.

Efisiensi Operasional dan Pendapatan yang Meningkat

Selain peningkatan produksi, Luthfi mengatakan efisiensi operasional turut menjadi capaian penting. Biaya produksi migas di Prabumulih Field berhasil ditekan menjadi US$8 per setara barel minyak (BOE). Nilai ini turun 11,11 persen dibandingkan biaya produksi tahun 2024 yang berada di level US$9 per BOE.

Kinerja produksi dan efisiensi tersebut mendorong pendapatan Prabumulih Field mencapai US$366 juta sepanjang 2025. Capaian itu menjadi yang tertinggi dan mendapatkan apresiasi dalam ajang Production Summit PEP 2025.

Sebelum dikembangkan pada 2023, ia mengatakan Cluster Gunung Kemala hanya memiliki tiga sumur dengan produksi sekitar 50 BOPD pada 2022. Seiring temuan struktur baru, PEP melakukan penyiapan fasilitas produksi serta proyek debottlenecking untuk mengoptimalkan aliran minyak.

Pengembangan cluster tersebut dilakukan dengan metode High Resolution Compartment Identification and New Stratigraphic Concept. Hingga 2025, kapasitas produksi minyak di Cluster Gunung Kemala telah meningkat menjadi rata-rata 2.400 BOPD.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja sebagai Prioritas Utama

Di sisi lain, capaian produksi Prabumulih Field juga dibarengi dengan catatan nihil kecelakaan kerja. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional. “Atas seluruh pencapaian ini, yang paling utama tetap aspek safety. Semua hasil tidak akan berarti jika ada catatan pada keselamatan kerja,” kata Luthfi.

Target Tahun 2026

Ke depan, PEP Prabumulih Field menargetkan peningkatan kinerja produksi guna mendukung ketahanan energi nasional. Pada 2026, target produksi minyak ditetapkan sebesar 10.500 BOPD, sementara target produksi gas mencapai 105 MMSCFD. Dengan strategi dan komitmen yang kuat, Prabumulih Field siap memberikan kontribusi besar bagi sektor energi nasional.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar