Presiden Prabowo Soroti Kepedihan Indonesia di Sidang PBB

Presiden Prabowo Soroti Kepedihan Indonesia di Sidang PBB

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Presiden Prabowo Soroti Kepedihan Indonesia di Sidang PBB, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Featured Image

Pernyataan Presiden Prabowo dalam Sidang Majelis Umum PBB

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, menyampaikan perasaan duka yang dirasakan oleh bangsa Indonesia akibat pengaruh lama dari kolonialisme selama berabad-abad dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. Dalam pidato yang disampaikan dalam bahasa Inggris, ia menyoroti ancaman terhadap masa depan dunia yang berasal dari rasisme, kebencian, penindasan, dan sistem apartheid.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

"Kebodohan manusia, yang dipicu oleh rasa takut, rasisme, kebencian, penindasan, dan apartheid, mengancam masa depan kita bersama. Negara saya merasakan kepedihan ini. Selama berabad-abad, bangsa Indonesia hidup di bawah dominasi kolonial, penindasan, dan perbudakan," ujar Presiden saat berbicara di Markas PBB.

Ia menegaskan bahwa kolonialisme membuat bangsa Indonesia diperlakukan lebih rendah di tanah air sendiri. Selama masa penjajahan, bangsa ini mengalami ketidakadilan, diskriminasi, dan kemiskinan serta tidak diberi kesempatan yang setara.

Pernyataan Presiden juga mencerminkan solidaritas terhadap bencana kemanusiaan yang dialami warga Palestina saat ini. Ia menekankan bahwa selama perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan, bantuan dari PBB dan organisasi internasional seperti UNICEF, FAO, dan WHO sangat penting dalam mengatasi kelaparan, penyakit, dan kemiskinan.

"Dalam perjuangan kami untuk kemerdekaan, PBB berdiri bersama Indonesia dan memberi kami bantuan penting," tambah Presiden. Berkat dukungan tersebut, Indonesia kini berada pada ambang kemakmuran dan kesetaraan yang lebih besar.

Pidato Presiden dilakukan setelah beberapa pemimpin negara lainnya, termasuk Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump. Menurut Menteri Sekretariat Kabinet Teddy Indra Wijaya, kehadiran Presiden di forum ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan peran aktifnya di dunia internasional.

Peran Indonesia dalam Dunia Internasional

Dalam konteks global, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai negara yang peduli terhadap isu-isu kemanusiaan dan perdamaian. Presiden menekankan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan komunitas internasional untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan makmur.

Beberapa poin utama yang disampaikan dalam pidato antara lain:

  • Menghadapi ancaman global: Rasisme, kebencian, dan penindasan tetap menjadi tantangan serius yang harus diatasi secara kolektif.
  • Sejarah yang panjang: Pengalaman kolonialisme memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kemerdekaan dan kedaulatan.
  • Bantuan internasional: Bantuan dari organisasi internasional seperti PBB, UNICEF, FAO, dan WHO telah membantu Indonesia dalam berbagai aspek pembangunan.

Selain itu, Presiden juga menyoroti pentingnya kerja sama multilateral dalam menyelesaikan masalah global seperti perubahan iklim, kesehatan masyarakat, dan ekonomi global.

Kesimpulan

Pernyataan Presiden Prabowo dalam Sidang Majelis Umum PBB mencerminkan visi Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi global. Dengan menggabungkan pengalaman sejarah dan komitmen terhadap nilai-nilai perdamaian, Indonesia siap berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar