Penyerahan Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, secara resmi menyerahkan fasilitas Gedung Pusat Sains dan Kemitraan Universitas Cenderawasih (UNCEN) kepada Rektor Universitas Cenderawasih, Dr. Oscar O. Wambrauw, di Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin (8/12). Penyerahan ini menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pendidikan dan riset di wilayah tersebut.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Tony Wenas menjelaskan bahwa kemajuan Papua harus dimulai dari penguatan fasilitas pendidikan dan riset. Gedung yang diserahkan ini dirancang untuk mendukung generasi muda Papua dalam pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis Sains, Teknologi, Teknik (Engineering), dan Matematika atau STEM. Tujuannya adalah agar mereka memiliki kompetensi global, berkarakter kuat, serta mampu bersaing di tingkat internasional.
Selain itu, dukungan nyata dari PTFI dan UNCEN terlihat melalui kerja sama dalam menyiapkan talenta Papua. Saat ini, terdapat 332 alumnus UNCEN yang bekerja di PTFI, dan jumlahnya akan terus bertambah. Selain itu, ada 255 penerima manfaat beasiswa dari Freeport, dengan 51 mahasiswa yang masih aktif. Tony Wenas menegaskan bahwa ke depannya, baik kuantitas maupun kualitasnya dapat ditingkatkan.
Rektor UNCEN, Dr. Oscar O. Wambrauw, menyampaikan bahwa Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN akan menjadi penggerak utama penguatan STEM. Fasilitas ini juga akan menjadi pusat kolaborasi antara universitas dan industri, serta memperluas akses pendidikan inklusif bagi anak-anak muda Papua.
“Semoga dengan adanya gedung Sains dan Kemitraan PT Freeport Indonesia ini, semangat kebersamaan PTFI dan UNCEN semakin kuat. Dan gedung ini menjadi sarana untuk menciptakan karya-karya terbaik untuk bangsa dan negara khususnya di Papua guna mencapai Papua sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif,” ujarnya.
Desain Fasilitas yang Ramah Lingkungan
Gedung Pusat Sains dan Kemitraan UNCEN dirancang sebagai fasilitas perkuliahan modern yang ramah lingkungan. Dibangun di atas lahan seluas 4.800 m² dengan luas bangunan 2.800 m², gedung tiga lantai ini menggunakan solar panel yang tidak hanya menghemat energi, tetapi juga menjadi sarana belajar langsung bagi mahasiswa yang mempelajari sistem kelistrikan Energi Baru Terbarukan.
Di dalam gedung terdapat 18 ruang kuliah berkapasitas 40 orang, masing-masing dilengkapi pendingin udara, proyektor, dan laptop yang mampu memfasilitasi kuliah secara daring. Setiap ruang diberi nama unsur kimia mineral dari produk PTFI, yaitu Cuprum (tembaga), Argentum (perak), dan Aurum (emas).
Sebagai pusat aktivitas akademik, gedung ini juga dilengkapi dengan ruangan auditorium yang berkapasitas 170 kursi dan videotron 6×3 meter. Bagian dalam auditorium menampilkan material tembaga sebagai visualisasi produk PTFI, berpadu dengan motif alam Papua serta ukiran Cenderawasih dan Kamoro yang memberi sentuhan khas dan harmonis. Di dalam ruangan yang sama, terdapat patung dinding Tanah Papua yang menggambarkan bagaimana sumber daya alam dikelola secara terintegrasi untuk kesejahteraan masyarakat.
Seluruh fasilitas di auditorium telah didukung sistem interaksi daring dua arah, lengkap dengan jaringan internet di seluruh lantai. Pada area void tangga yang diterangi cahaya alami dari kaca gedung, terpajang karya seni Mural bertema “Tembaga untuk Kehidupan” yang menggambarkan kontribusi positif operasional PTFI bagi komunitas dan seluruh pemangku kepentingan.
Fasilitas Lengkap dan Inovatif
Fasilitas gedung ini juga dilengkapi taman dan plaza serta area parkir seluas 1.300 m², toilet ramah difabel, serta fire suppression sistem untuk keamanan. Khusus lantai tiga, sebagian rangka atap dibiarkan terbuka sebagai contoh konstruksi nyata bagi mahasiswa Teknik Sipil, menjadikan ruang belajar yang aplikatif dan inspiratif.
PTFI berharap fasilitas ini dapat memperkuat posisi UNCEN sebagai Universitas unggulan di Kawasan Timur Indonesia. Dengan berbagai fitur inovatif dan ramah lingkungan, gedung ini diharapkan menjadi pusat pendidikan dan riset yang mampu membawa Papua lebih maju.
Komentar
Kirim Komentar