Prabowo ke Pakistan, Tantangan Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan

Prabowo ke Pakistan, Tantangan Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Prabowo ke Pakistan, Tantangan Kerja Sama Ekonomi dan Pertahanan, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.


ISLAMABAD, aiotrade
Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara dua negara muslim terbesar, Indonesia dan Pakistan, menjadi latar belakang penting dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Islamabad pada awal pekan ini. Momentum ini menunjukkan pentingnya kerja sama bilateral yang semakin berkembang di berbagai sektor strategis.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Presiden Prabowo membawa misi penguatan kerja sama yang mencakup beberapa bidang krusial, mulai dari pertahanan hingga perdagangan komoditas utama. Setibanya di Pangkalan Udara Nur Khan, Rawalpindi, Senin (8/12/2025), Prabowo mendapatkan sambutan istimewa dari pihak Pakistan.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari bersama Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif menyambut langsung kedatangan Kepala Negara Indonesia tersebut. Langkah diplomasi Prabowo kali ini tercatat sebagai lawatan perdananya ke Pakistan sejak menjabat. Sebelumnya, pemimpin Indonesia terakhir yang menginjakkan kaki di Islamabad adalah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo pada 2018.

Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa kedua belah pihak telah menyusun agenda luas untuk memperkuat hubungan. Delegasi tingkat tinggi yang mendampingi Prabowo, termasuk para menteri kunci dan pejabat senior, dijadwalkan akan menjajaki peluang kerja sama baru.

"Kedua belah pihak akan membahas agenda luas yang bertujuan untuk semakin memperkuat hubungan Pakistan-Indonesia dan menjajaki jalan kerja sama baru," papar Kantor Berita Pakistan Anadolu Agency, Senin (8/12).

Sektor yang menjadi sorotan utama meliputi perdagangan, investasi, pertahanan, kesehatan, teknologi informasi (TI), iklim, pendidikan, dan kebudayaan. Fokus pada sektor ekonomi terlihat jelas dari data perdagangan bilateral yang cukup signifikan.

Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, nilai perdagangan kedua negara telah menembus angka 3,3 miliar dolar AS, dengan minyak sawit mendominasi porsi ekspor Indonesia ke negara Asia Selatan tersebut. Selain isu ekonomi, aspek pertahanan menjadi prioritas dalam agenda pertemuan.

Selain menggelar pembicaraan tingkat delegasi dengan PM Sharif dan pertemuan empat mata dengan Presiden Zardari, Prabowo dijadwalkan menemui petinggi militer Pakistan. Agenda tersebut mencakup pertemuan dengan Panglima Angkatan Darat Jenderal Asim Munir serta Ketua Kepala Staf Gabungan.

Kunjungan yang berlangsung selama dua hari hingga 9 Desember 2025 ini diharapkan menghasilkan langkah konkret. Sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) diproyeksikan akan ditandatangani oleh kedua pemerintah guna mempererat kolaborasi di tingkat regional maupun global.

Tantangan dan Peluang Kerja Sama

Beberapa tantangan yang dihadapi oleh kedua negara antara lain adalah perbedaan kebijakan ekonomi, ketidakseimbangan perdagangan, dan kurangnya penggunaan potensi yang ada. Namun, kesempatan untuk meningkatkan kerja sama sangat besar, terutama dalam hal:

  • Pertahanan: Dengan adanya pertemuan tingkat militer, kedua negara dapat memperkuat kerja sama dalam bidang keamanan dan pertahanan.
  • Ekonomi: Data perdagangan yang signifikan menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, terutama dalam bidang perdagangan komoditas.
  • Teknologi dan Pendidikan: Kolaborasi dalam teknologi informasi dan pendidikan dapat memberikan dampak positif bagi kedua negara.

Langkah Konkret yang Diharapkan

Dalam kunjungan ini, beberapa langkah konkrit diharapkan dapat diambil, seperti:

  • Penandatanganan MoU yang mencakup berbagai sektor penting.
  • Peningkatan kerja sama dalam bidang pertahanan dan keamanan.
  • Pengembangan program pendidikan dan pelatihan bersama.
  • Peningkatan investasi dan perdagangan antar kedua negara.

Dengan langkah-langkah ini, hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan dapat semakin kuat dan saling menguntungkan.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar