Prabowo Akhiri Pidato di PBB dengan Salam 5 Agama

Prabowo Akhiri Pidato di PBB dengan Salam 5 Agama

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Prabowo Akhiri Pidato di PBB dengan Salam 5 Agama, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Prabowo Akhiri Pidato di PBB dengan Salam 5 Agama

Presiden Prabowo Subianto Menutup Pidatonya dengan Salam Lima Agama

Dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menutup pidatonya dengan salam lima agama. Penutupan ini menjadi simbol dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, khususnya di wilayah Palestina dan Israel. Dalam pidatonya yang disampaikan di General Assembly Hall PBB, New York, Amerika Serikat pada Selasa (23/9/2025), Prabowo menyampaikan pesan tentang pentingnya harmoni antar umat beragama.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

“Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, semua agama, kita harus hidup sebagai satu keluarga dalam kemanusiaan. Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian dalam mewujudkan visi ini,” ujarnya. Pesan ini mencerminkan prinsip dasar bangsa Indonesia yang menghargai keragaman dan menjunjung nilai-nilai persaudaraan.

Prabowo juga mengajak seluruh perwakilan negara yang hadir untuk bekerja sama menciptakan kedamaian dunia. Ia menegaskan bahwa meskipun mimpi itu terdengar jauh, namun ia tetap yakin bahwa mimpi tersebut layak diperjuangkan bersama.

“Apakah ini sebuah mimpi? Mungkin. Tetapi ini adalah mimpi indah yang harus kita perjuangkan bersama. Mari kita bekerja menuju tujuan global ini. Mari kita lanjutkan perjalanan penuh harapan umat manusia, perjalanan yang telah dimulai oleh para pendahulu kita, perjalanan yang harus kita selesaikan,” ujar Prabowo. Pesan ini menunjukkan semangat kepemimpinan yang kuat dan tanggung jawab terhadap isu-isu global.

Setelah menyampaikan pesan-pesan penting tersebut, Prabowo menutup pidatonya dengan salam lima agama. Hal ini menjadi kebiasaan yang sering dilakukan saat ia berada di Tanah Air. Salam-salam tersebut berasal dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha.

“Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ujarnya. "Shalom. Om Shanti Shanti Shanti Om. Namo Buddhaya," sambungnya. “Terima kasih banyak. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Semoga damai senantiasa menyertai kita. Terima kasih banyak,” tutup Prabowo.

Komitmen Indonesia dalam Isu Palestina

Selain menyampaikan pesan perdamaian, Prabowo juga menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara di Palestina. Ini menunjukkan posisi Indonesia yang pro-keadilan dan ingin melihat penyelesaian konflik yang adil bagi semua pihak.

Pernyataan ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk warganet yang merasa bangga dengan pidato Presiden Prabowo. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah bahwa pidato tersebut disampaikan tanpa teks, menunjukkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan publik yang tinggi.

Selain itu, Prabowo juga menyatakan bahwa Indonesia siap mengirimkan 20 ribu orang sebagai pasukan perdamaian. Ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjalankan peran sebagai negara yang peduli terhadap stabilitas dunia.

Kesimpulan

Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 tidak hanya menyampaikan pesan perdamaian, tetapi juga menunjukkan visi dan komitmen Indonesia dalam menjaga harmoni antar umat beragama serta memperkuat perdamaian global. Melalui salam lima agama yang digunakan dalam penutupannya, Prabowo menegaskan bahwa semua agama memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih baik.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar