Fokus PPA pada Pemberdayaan UMK Berbasis Inklusi Sosial
PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan akses ekonomi bagi kelompok-kelompok yang selama ini dianggap terpinggirkan. Dengan pendekatan inklusif, PPA ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian nasional.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Direktur Utama PPA, M Teguh Wirahadikusumah, menjelaskan bahwa fokus pada pemberdayaan usaha mikro dan kecil (UMK) sejalan dengan peran strategis PPA sebagai instrumen pemerintah dalam restrukturisasi aset. Melalui TJSL, PPA berkomitmen untuk menciptakan dampak ekonomi yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Sebagai satu-satunya BUMN yang berperan sebagai restructuring house, PPA secara konsisten dalam lima tahun terakhir memberikan dukungan kepada UMK dengan latar belakang yang beragam dan memiliki potensi untuk direvitalisasi,” ujar Teguh dalam keterangan tertulis.
Program Peduli UMK Spesial
Salah satu program unggulan PPA adalah Peduli UMK Spesial, yang menyasar UMK dengan latar belakang khusus seperti mantan narapidana, penyintas narkoba, pemberdaya disabilitas, pegiat lingkungan, hingga komunitas ibu kepala keluarga. Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab PPA kepada pemegang saham dan para pemangku kepentingan.
“Program UMK Spesial merupakan kontribusi nyata PPA kepada masyarakat yang sejalan dengan pilar pembangunan ekonomi, khususnya dengan menyasar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di bidang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,” kata Teguh.

Program TJSL yang Dilaksanakan PPA pada 2025
Pada tahun 2025, PPA telah menjalankan berbagai program TJSL di berbagai bidang. Di bidang pendidikan, PPA memberikan dukungan pendidikan dan kesehatan bagi 60 penerima manfaat dari keluarga tenaga alih daya. Selain itu, PPA juga menyalurkan beasiswa kepada 50 karyawan Holding BUMN Danareksa serta memberikan bantuan perbaikan pada empat sekolah dasar di lingkungan holding.
Di bidang lingkungan, PPA melakukan kegiatan penanaman 2.000 bibit pohon endemik dan produktif serta membangun dua rumah sampah di kawasan industri Holding BUMN Danareksa. Perseroan juga melibatkan karyawan dalam kegiatan daur ulang plastik dan pakaian menjadi produk bernilai tambah.
Sementara itu, dalam sektor pemberdayaan UMK, PPA menyalurkan dana sebesar Rp1 miliar untuk pembinaan terhadap 30 UMK binaan. Program tersebut difokuskan pada penguatan kapasitas usaha dan keberlanjutan bisnis.
“Kami percaya pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. PPA akan terus hadir melalui program TJSL yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, serta aksi nyata pelestarian lingkungan yang selaras dengan Asta Cita,” lanjut Teguh.

Dorong UMK dengan Ekosistem Usaha Berkelanjutan
Sepanjang 2025, PPA berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang Indonesia Corporate Communication & Sustainability Summit (ICCS Summit). Program Peduli UMK Spesial meraih Juara III kategori Sustainability untuk subkategori Local Heroes dan Small Medium Enterprises (SME) Development.
Salah satu UMK binaan, Aruna Creative, dinilai memiliki ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan. UMK ini menggunakan bahan baku serat alam, mempekerjakan 100 persen tenaga kerja perempuan, serta membuka ruang kerja bagi penyandang disabilitas.
“Aruna Creative ingin menjadikan wastra nusantara sebagai jembatan keberlanjutan antara budaya, kelestarian alam, kreativitas desain dan mode, pendidikan, serta kesetaraan menuju masa depan yang inklusif,” ujar Yuliana Fitri, pendiri Aruna Creative.

Komentar
Kirim Komentar