Plus Minus Mobil Transmisi DCT, Ini Penjelasan Ahli

Plus Minus Mobil Transmisi DCT, Ini Penjelasan Ahli

Dunia gadget kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Plus Minus Mobil Transmisi DCT, Ini Penjelasan Ahli yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Transmisi DCT: Keunggulan dan Kekurangan yang Perlu Diketahui

Transmisi otomatis memiliki berbagai jenis, salah satunya adalah Dual Clutch Transmission (DCT). Transmisi ini sering digunakan pada mobil-mobil modern yang mengutamakan akselerasi cepat dan efisiensi bahan bakar. Namun, meskipun memiliki keunggulan, transmisi DCT juga memiliki karakteristik yang bisa terasa kurang nyaman dalam kondisi tertentu.

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis mobil matik Worner Matic, menjelaskan bahwa transmisi DCT sangat responsif dan bertenaga. Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua situasi cocok dengan jenis transmisi ini.

“Engga halus. Tapi mobil dengan DCT itu responsif banget, enak banget,” ujarnya saat ditemui di Bintaro, Tangerang Selatan.

Menurut Hermas, masalah utama muncul ketika mobil dengan transmisi DCT digunakan di jalanan kota seperti Jakarta, yang penuh dengan polisi tidur. Ia menjelaskan bahwa sistem DCT bekerja dengan dua kopling, yang membuat perpindahan gigi lebih cepat dibandingkan transmisi otomatis biasa.

“Misalnya saat melewati polisi tidur, orang kan biasanya mengerem. Nah, pada transmisi dual-clutch, ketika mobil direm, clutchnya akan rilis (terpisah). Begitu pedal rem dilepas, baru clutch-nya kembali engage (menyatu),” jelasnya.

Namun, kebutuhan pengemudi untuk melepas dan kembali menekan gas sering kali tidak seirama dengan proses kerja DCT. Hal ini bisa menyebabkan jeda kecil yang terasa kasar.

“Bukan masalah besar sebenarnya, tapi ini yang sering bikin orang salah paham dan bilang transmisinya engga enak. Padahal kalau dipakai di jalan mulus atau untuk kecepatan tinggi, enak banget,” tambah Hermas.

Keunggulan Transmisi DCT

Selain responsif, transmisi DCT juga memiliki keunggulan lain, yaitu efisiensi konsumsi bahan bakar. Menurut Hermas, sistem ini bisa membuat penggunaan bahan bakar lebih irit.

“Selain itu, bahan bakarnya juga lebih efisien karena begitu rem dilepas, rasionya sudah 1 banding 1,” ujarnya.

Keunggulan ini membuat DCT sering digunakan pada mobil performa tinggi maupun mobil modern yang mengutamakan akselerasi dan efisiensi. Meski demikian, karakteristik DCT yang menggunakan dua kopling membuatnya sedikit “kasar” di kecepatan rendah, terutama saat berada dalam kondisi stop and go atau di jalan bergelombang seperti kawasan permukiman.

Bagaimana Cara Kerja DCT?

Secara umum, DCT bekerja dengan dua kopling yang mengatur dua set gigi. Satu kopling digunakan untuk gigi ganjil, sementara yang lain untuk gigi genap. Saat satu kopling aktif menyalurkan tenaga, kopling lainnya sudah bersiap di gigi berikutnya.

Hasilnya, perpindahan gigi terjadi cepat tanpa jeda berarti. Hal ini memberikan akselerasi yang responsif dan efisien, sehingga cocok untuk penggunaan di jalan raya atau lintasan balap.

Meski memiliki keunggulan, DCT tetap memerlukan penyesuaian dari pengemudi, terutama di kondisi lalu lintas perkotaan yang dinamis. Pemahaman tentang cara kerja dan karakteristik DCT sangat penting agar pengguna dapat merasakan manfaat maksimal dari transmisi ini.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar