Platform Media Sosial AS Wajib Beri Peringatan Kesehatan Mental

Platform Media Sosial AS Wajib Beri Peringatan Kesehatan Mental

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Platform Media Sosial AS Wajib Beri Peringatan Kesehatan Mental, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Pemerintah Negara Bagian New York di Amerika Serikat (AS) telah mengambil langkah penting dengan mewajibkan platform media sosial untuk menampilkan label peringatan terkait risiko kesehatan mental, terutama bagi pengguna usia muda. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kesadaran yang lebih besar kepada generasi muda tentang potensi dampak negatif dari penggunaan media sosial.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Aturan baru ini memerlukan platform media sosial untuk menampilkan peringatan sebelum pengguna muda mengakses fitur-fitur yang dinilai berpotensi adiktif, seperti autoplay dan infinite scrolling. Langkah ini diambil setelah Gubernur New York, Kathy Hochul, menandatangani rancangan undang-undang pada pekan ini. RUU bernomor S4505/A5346 ini sebelumnya telah disahkan oleh legislatif negara bagian pada Juni lalu.

Beberapa poin utama dalam aturan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Peringatan wajib ditampilkan sebelum pengguna muda mengakses fitur media sosial yang berpotensi membuat ketagihan, seperti autoplay dan infinite scrolling
  • Peringatan tidak bisa dilewati, dan harus muncul saat pertama kali fitur digunakan serta secara berkala setelahnya
  • Dalam beleid tersebut, yang dimaksud dengan “platform media sosial adiktif” adalah media sosial yang banyak menggunakan fitur seperti beranda yang bikin ketagihan, notifikasi, video diputar otomatis, gulir tanpa batas, dan hitungan jumlah suka.

Namun, ada pengecualian. Jika jaksa agung negara bagian menilai fitur-fitur tersebut digunakan untuk tujuan yang wajar dan bukan untuk membuat pengguna berlama-lama di platform, maka aturan ini tidak berlaku.

Kantor Gubernur Kathy Hochul menyatakan bahwa platform wajib menampilkan peringatan setiap kali pengguna muda pertama kali mengakses fitur berisiko, serta secara berkala setelahnya. Peringatan itu tidak dapat dilewati oleh pengguna.

Pemerintah New York membandingkan label peringatan ini dengan peringatan kesehatan yang telah diterapkan pada produk tembakau, alkohol, serta konten media dengan efek cahaya berkedip. Hal ini menunjukkan bahwa pihak berwenang melihat media sosial sebagai ancaman serius terhadap kesehatan mental, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Sebelumnya, mantan Surgeon General Amerika Serikat, Vivek Murthy, juga telah menyerukan agar platform media sosial menerapkan label peringatan serupa. Ia menilai bahwa kebijakan ini sangat penting untuk melindungi generasi muda dari potensi dampak buruk dari penggunaan media sosial yang berlebihan.

“Menjaga keselamatan warga New York adalah prioritas utama saya sejak menjabat, termasuk melindungi anak-anak dari potensi dampak buruk fitur media sosial yang mendorong penggunaan berlebihan,” kata Hochul dalam pernyataan resminya.

Dengan diberlakukannya aturan ini, New York menjadi salah satu wilayah pertama di AS yang menerapkan kebijakan serupa. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan kesehatan mental yang semakin meningkat akibat penggunaan media sosial yang tidak terkendali.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar