Perpustakaan IAIN Pontianak Hadirkan Aplikasi E-Pustaka, Baca Buku Kapan Saja, Di Mana Saja

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Perpustakaan IAIN Pontianak Hadirkan Aplikasi E-Pustaka, Baca Buku Kapan Saja, Di Mana Saja yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Perpustakaan IAIN Pontianak Hadirkan Aplikasi E-Pustaka, Baca Buku Kapan Saja, Di Mana Saja

Pengembangan E-Pustaka di IAIN Pontianak: Transformasi Digitalisasi Perpustakaan

Tim Humas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak melakukan wawancara dengan Kepala UPT Pusat Perpustakaan IAIN Pontianak terkait pengembangan dan penerapan aplikasi digital e-pustaka. Wawancara tersebut berlangsung di Ruangan Kepala Perpustakaan IAIN Pontianak.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kepala UPT Pusat Perpustakaan IAIN Pontianak, Dr. Muhammad Hardi HR, S.Pd.I., MA., menjelaskan bahwa e-pustaka merupakan langkah strategis dan progresif dalam mentransformasi sistem pengelolaan perpustakaan menuju digitalisasi secara menyeluruh.

“E-pustaka ini merupakan sebuah langkah progresif untuk mengubah sistem pengelolaan perpustakaan kita. Sistem pengelolaan yang berubah ini salah satunya adalah peminjaman dan pengembalian buku maupun e-book. Jadi semua sistem yang awalnya manual sekarang diubah menjadi sistem digital,” ungkap Muhammad Hardi.

Dengan hadirnya e-pustaka, sistem peminjaman buku di perpustakaan tidak hanya dilakukan secara manual seperti yang berlangsung selama ini tetapi juga sudah dapat dilakukan melalui sistem aplikasi perpustakaan digital e-pustaka ini.

Beliau menambahkan bahwa aplikasi e-pustaka merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan IAIN Pontianak dengan pihak pengembang aplikasi. Melalui sistem tersebut, pengguna tidak hanya terbatas pada koleksi internal, namun juga dapat diarahkan ke e-pustaka lain yang masih berada dalam satu naungan pengembang apabila referensi yang dicari tidak tersedia.

“Aplikasi ini merupakan kolaborasi antara pihak perpustakaan dengan pihak pengembang. Jadi ke depannya, jika referensi yang dicari di aplikasi kita tidak ditemukan, secara otomatis akan diarahkan ke e-pustaka lain yang masih dalam satu naungan pengembang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muhammad Hardi mengungkapkan bahwa perencanaan pengembangan e-pustaka sebenarnya telah diagendakan sejak tahun 2019, namun baru dapat direalisasikan pada tahun ini. Ia juga menyampaikan bahwa peluncuran resmi aplikasi e-pustaka direncanakan akan dilakukan pada akhir tahun 2025.

“Perencanaan e-pustaka ini sebenarnya sudah diagendakan dari tahun 2019, namun baru bisa terlaksana saat ini. Insyaallah, launching aplikasi ini akan dilakukan di akhir tahun,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran e-pustaka sejalan dengan salah satu aspek Asta Protas, yakni digitalisasi, serta diharapkan mampu meningkatkan nilai indikator pencapaian program strategis kampus. Ke depan, Perpustakaan IAIN Pontianak juga berencana menghadirkan inovasi lanjutan berupa manuskrip digital dan pengembangan layanan digital lainnya.

“Semoga dengan adanya e-pustaka ini dapat menambah nilai indikator Asta Protas kampus kita, dan insyaallah akan ada inovasi lagi di tahun berikutnya, seperti manuskrip digital dan lainnya,” pungkasnya.

Manfaat dan Tantangan dalam Implementasi E-Pustaka

Implementasi e-pustaka membawa berbagai manfaat bagi pengguna dan pengelola perpustakaan. Salah satu manfaat utamanya adalah kemudahan akses terhadap sumber informasi. Pengguna dapat mengakses buku, artikel, dan materi digital kapan saja dan di mana saja, tanpa harus datang langsung ke perpustakaan.

Selain itu, sistem digital juga memudahkan pengelolaan inventaris dan pengambilan data pengguna. Dengan fitur-fitur seperti peminjaman online dan notifikasi otomatis, proses administrasi menjadi lebih efisien dan minim kesalahan.

Namun, implementasi e-pustaka juga memiliki tantangan. Misalnya, masalah infrastruktur teknologi dan ketersediaan sumber daya manusia yang memahami sistem digital. Selain itu, perlu adanya edukasi kepada pengguna agar dapat memanfaatkan aplikasi dengan optimal.

Masa Depan Digitalisasi Perpustakaan

Perpustakaan IAIN Pontianak tidak berhenti di e-pustaka. Rencana pengembangan berikutnya mencakup manuskrip digital dan layanan-layanan digital tambahan. Hal ini menunjukkan komitmen institusi untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi.

Adopsi teknologi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung visi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, e-pustaka menjadi bagian penting dari transformasi perpustakaan menuju era digital.


Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar