Permintaan Tenaga Kerja Tekstil Tinggi

Permintaan Tenaga Kerja Tekstil Tinggi

Dunia gadget kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Permintaan Tenaga Kerja Tekstil Tinggi yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Permintaan Tenaga Kerja Tekstil Tinggi

Kebutuhan Industri Tekstil dengan Lulusan Politeknik STTT Bandung

Masih ada kesenjangan antara kebutuhan industri, khususnya di sektor tekstil, dengan jumlah lulusan dari Politeknik STTT Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa industri membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak, terutama untuk posisi middle manager.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Direktur Politeknik STTT Bandung, R Arief Dewanto, menyampaikan bahwa setiap tahun, terdapat sekitar 100 orang yang diperlukan oleh industri tetapi belum terpenuhi. Saat ini, kampus menerima sekitar 300-an mahasiswa setiap tahunnya. Namun, berdasarkan data yang ada, kebutuhan industri mencapai 400 orang tenaga kerja.

"Untuk itu, kami berusaha meningkatkan jumlah rombel. Meskipun ada juga perusahaan yang kolaps, ternyata kebutuhan tenaga kerja di industri, khususnya tekstil, tetap tinggi," ujar Arief saat menghadiri Texture Career Days di Politeknik STTT Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Sabtu 18 Oktober 2025.

Arief menjelaskan bahwa dalam bursa kerja kali ini, hampir setiap perusahaan rata-rata membutuhkan sekitar 10 tenaga kerja baru. Bahkan, ada perusahaan baru di Jawa Tengah yang membutuhkan 100 orang tenaga kerja baru. Jika dibandingkan dengan bursa kerja tahun lalu, jumlah perusahaan yang ikut serta juga meningkat. Tahun lalu, sebanyak 19 perusahaan, sedangkan tahun ini sebanyak 23 perusahaan.

"Sebagai perguruan tinggi, kami berupaya menjadi jembatan antara kebutuhan industri dan sumber daya manusia. Untuk itulah, kami rutin mengadakan job fair setiap tahun," ucap Arief. Ia juga mengungkapkan bahwa tahun ini, Politeknik STTT Bandung meluluskan 289 sarjana terapan dari tiga program studi, yaitu teknik tekstil, kimia tekstil, dan produksi garmen.

Menurut Arief, produksi garmen memiliki kelebihan karena memiliki konsentrasi desain fesyen. Hal ini sangat sesuai dengan kebutuhan industri yang memerlukan desainer. Dengan adanya konsentrasi ini, lulusan lebih siap menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis.

Selain itu, para lulusan juga dibekali dengan dasar-dasar transformasi 4.0. Hal ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Perindustrian. Arief menjelaskan bahwa perusahaan akan mengevaluasi sampai sejauh mana lulusan menguasai transformasi digital.

Upaya Menghadapi Tantangan Digitalisasi

Digitalisasi menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh industri tekstil. Untuk menghadapi hal ini, Politeknik STTT Bandung memberikan arahan kepada para lulusannya agar bisa menguasai konsep-konsep dasar 4.0. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Beberapa program studi yang ada di kampus juga dirancang untuk memperkuat kemampuan digital siswa. Misalnya, dalam bidang produksi garmen, siswa diajarkan tentang penggunaan software desain dan sistem manajemen produksi yang modern. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk yang dihasilkan.

Kesiapan Lulusan untuk Memenuhi Kebutuhan Industri

Lulusan dari Politeknik STTT Bandung tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di industri. Melalui kerja sama dengan berbagai perusahaan, kampus memberikan pelatihan dan magang yang dapat meningkatkan keterampilan siswa.

Kemampuan ini sangat penting mengingat industri tekstil membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan teknis, tetapi juga mampu bekerja dalam lingkungan yang kompetitif dan dinamis. Dengan begitu, lulusan dapat langsung berkontribusi dalam proses produksi dan pengembangan produk.


Dalam rangka memperkuat hubungan antara kampus dan industri, Politeknik STTT Bandung terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan. Dengan adanya program-program yang relevan dan kerja sama yang kuat dengan perusahaan, kampus berharap dapat memenuhi kebutuhan industri secara optimal.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah sesuai ekspektasi Anda? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar