Peristiwa Menarik Sebelum Sidang Umum PBB

Peristiwa Menarik Sebelum Sidang Umum PBB

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Peristiwa Menarik Sebelum Sidang Umum PBB, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Featured Image

Peristiwa Menarik Sebelum Sidang Umum PBB

Sidang Umum PBB kembali digelar di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat. Acara ini berlangsung pada hari Selasa (23/9) waktu setempat. Berbagai kepala negara hadir dalam acara tersebut, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Namun sebelum sidang dimulai, beberapa peristiwa menarik terjadi yang memperkaya suasana acara.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Enam Negara Mengakui Negara Palestina

Pada KTT Two State Solution yang diselenggarakan di markas PBB, New York, sejumlah negara mengumumkan pengakuan mereka terhadap negara Palestina. Dalam acara tersebut, enam negara resmi mengakui Palestina sebagai negara. Negara pertama yang mengumumkan pengakuan adalah Prancis, dengan pernyataan langsung dari Presiden Emmanuel Macron. Selain Prancis, negara lain seperti Monako, Belgia, Malta, Luxembourg, dan Andorra juga menyatakan dukungan mereka.

Selain itu, empat negara lainnya telah mengumumkan pengakuan mereka terhadap Palestina satu hari sebelum KTT Two State Solution digelar. Negara-negara tersebut antara lain Australia, Kanada, Portugal, dan Inggris. Pengakuan ini menjadi langkah penting dalam upaya menciptakan solusi dua negara untuk konflik Timur Tengah.

Batasan Pergerakan Delegasi Iran

Amerika Serikat (AS) memberlakukan pembatasan ketat terhadap pergerakan delegasi Iran selama Sidang Umum PBB. Mereka dilarang mengakses toko grosir dan barang-barang mewah. Wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tommy Pigott, menjelaskan bahwa tindakan ini bertujuan untuk meningkatkan tekanan terhadap lembaga ulama Iran.

Menurut Pigott, pihak AS menuduh para pemimpin Iran membiarkan pejabat mereka menikmati belanja mewah di luar negeri sementara rakyat Iran menghadapi kesulitan ekonomi dan infrastruktur yang buruk. Delegasi Iran hanya diperbolehkan bergerak antara hotel dan markas PBB untuk keperluan bisnis.

Trump Kritik PBB dan Keluhkan Eskalator Rusak

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum PBB. Dalam pidatonya, ia menyampaikan kritik terhadap PBB. Trump menyatakan bahwa PBB memiliki potensi besar tetapi belum mampu memenuhi harapan tersebut. Ia juga bangga atas keberhasilannya dalam menyelesaikan konflik dunia tanpa bantuan badan internasional.

"Saya mengakhiri tujuh perang, berurusan dengan para pemimpin masing-masing negara, dan bahkan tidak pernah menerima panggilan telepon dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menawarkan bantuan," ujarnya.

Trump juga menyindir kualitas bangunan PBB. Ia mengeluhkan eskalator yang rusak di markas PBB. "Saya hanya dapat 2 hal dari PBB, eskalator yang rusak dan teleprompter yang jelek," katanya. Ia juga bercerita tentang kesulitannya saat berjalan menuju tempat sidang.

Iring-iringan Trump Bikin New York Macet

Momen tak biasa terjadi di New York City jelang Sidang Umum PBB ke-80. Presiden Prancis Emmanuel Macron harus tertahan kendaraannya karena iring-iringan Presiden AS Donald Trump hendak melewati jalan tersebut. Petugas polisi New York memberhentikan kendaraan Macron untuk memberi jalan bagi iring-iringan Trump.

Namun, alih-alih marah, Macron memilih untuk menelepon Trump dan menjelaskan situasi yang terjadi. Dalam video yang tersebar luas di media sosial, petugas polisi meminta maaf kepada Macron. Macron akhirnya memilih berjalan kaki dan menyeberang jalan bersama anggota delegasinya. "Hanya saja semua jalan macet sekarang. Ada iring-iringan mobil yang datang," kata petugas polisi tersebut.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar