Perampokan Sadis di Rumah Politisi PKS, Bocah 10 Tahun Tewas

Perampokan Sadis di Rumah Politisi PKS, Bocah 10 Tahun Tewas

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Perampokan Sadis di Rumah Politisi PKS, Bocah 10 Tahun Tewas, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Perampokan Sadis di Rumah Politisi PKS, Bocah 10 Tahun Tewas

Tragedi Mengerikan Menimpa Keluarga Politisi PKS di Cilegon

Sebuah kejadian mengerikan terjadi di rumah seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Haji Maman Suherman. Rumah yang berada di perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Blok C5 Nomor 8, Ciwaduk, Kota Cilegon, Provinsi Banten, disatroni oleh perampok pada hari Selasa (16/12/2025). Akibat dari kejadian ini, anak dari pemilik rumah yang masih berusia 9-10 tahun, dengan inisial MAHM, dilaporkan meninggal dunia.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa bocah tersebut diduga menjadi korban dari aksi perampokan. Ia menyampaikan informasi tersebut kepada Tribun Banten di lokasi kejadian. "Betul, katanya terjadi perampokan dan anak dari Pak Haji Maman meninggal dunia," ujar warga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti jumlah harta benda yang hilang akibat perampokan. Namun, dari pantauan Tribun Banten, garis polisi sudah dipasang di area pintu masuk rumah Haji Maman. Petugas kepolisian juga terlihat keluar masuk rumah untuk melakukan olah TKP.

Profil Pemilik Rumah

Haji Maman Suherman dikenal sebagai Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon. Dari situs PKS Banten, diketahui bahwa Dewan Pakar PKS Cilegon dilantik tiga hari lalu bersama dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Cilegon. Jabatan Haji Maman sebagai Dewan Pakar PKS terlihat dari karangan bunga ucapan duka cita yang dikirim Wakil Bupati Serang di lokasi kejadian.

Sebelumnya, Haji Maman pernah menjabat Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cilegon. Ia juga sempat digadang-gadang menjadi calon wakil wali kota Cilegon mendampingi Ratu Ati Marliati di Pilkada Cilegon 2024 lalu. Sebagai seorang pengusaha, Haji Maman adalah pemilik PT. Buana Gearindo Pratama, sebuah perusahaan konstruksi yang berlokasi di Cilegon dan bergerak di bidang mesin, perlengkapan, peralatan, suku cadang, serta baja bangunan.

Penyelidikan oleh Polisi

Tadi malam, Selasa (16/12/2025), Polres Cilegon melakukan investigasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pantauan TribunBanten.com di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban. Puluhan warga setempat serta keluarga korban tampak hilir mudik di rumah duka.

Arsitektur Rumah yang Mewah

Rumah Haji Maman yang jadi korban perampokan dikenal memiliki gaya arsitektur Eropa. Gedung berwarna putih tersebut memiliki luas area sekitar 40 meter. Di sisi jalan atau bahu jalan dekat pagar rumah korban, tampak dipenuhi mobil dan sepeda motor milik warga yang datang untuk melayat maupun melihat langsung lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kamera pengawas (CCTV) rumah korban disebut tidak berfungsi. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut. Di bagian depan gerbang rumah, tampak dua karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Muhammad Aksel Putra Bapak Maman Suherman (Dewan Pakar PKS).

Penjelasan Polisi dan Kronologi Kejadian

Anak Haji Maman yakni MAHM diduga menjadi korban pembunuhan karena terdapat luka tusukan benda tajam di tubuhnya. "Seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang kami dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian,” kata Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid kepada wartawan tadi malam.

Firman menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, HM, menerima telepon dari anak keduanya, D, yang terdengar panik dan meminta pertolongan. Mendapat kabar tersebut, HM yang saat itu sedang berada di tempat kerjanya langsung pulang menuju rumahnya.


Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar