Penutupan Tahun 2025, Pemerintah Klaim Ekonomi Nasional Tetap Kuat

Penutupan Tahun 2025, Pemerintah Klaim Ekonomi Nasional Tetap Kuat

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Penutupan Tahun 2025, Pemerintah Klaim Ekonomi Nasional Tetap Kuat menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade.CO.ID – JAKARTA.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perekonomian Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid hingga akhir tahun 2025, meskipun tantangan ekonomi global masih terus berlangsung. Pemerintah menyatakan bahwa stabilitas makroekonomi tetap terjaga melalui berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam pernyataannya, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menjaga stabilitas ekonomi nasional sepanjang tahun 2025 dengan memperkuat koordinasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga. Hal ini dilakukan agar perekonomian Indonesia tetap tumbuh secara solid di tengah berbagai tantangan global.

Secara umum, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di kisaran 5%. Realisasi pertumbuhan pada kuartal III-2025 mencapai 5,04% secara tahunan (year on year/yoy). Dari sisi skala ekonomi, produk domestik bruto (PDB) nominal Indonesia pada 2024 tercatat sebesar US$ 1.396,30 miliar. Sementara itu, PDB berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) mencapai US$ 4,10 triliun, menjadikan Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar ke-8 di dunia.

PDB per kapita juga meningkat menjadi Rp 78,62 juta atau setara US$ 4.960,33. Stabilitas makroekonomi juga terlihat dari inflasi yang tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1%, dengan angka inflasi pada November 2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy).

Di pasar keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 8.644,26 pada 29 Desember 2025. Sementara itu, nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran Rp16.785 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Desember 2025.

Pemerintah juga mencatat indikator ekonomi makro lainnya yang tetap solid. Cadangan devisa Indonesia mencapai US$150,1 miliar pada November 2025. Kinerja sektor riil tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia yang berada di fase ekspansi dengan level 53,3 pada November 2025.

Optimisme konsumen tetap terjaga, ditunjukkan oleh Indeks Keyakinan Konsumen yang berada di level 124,0, serta Indeks Penjualan Riil yang diperkirakan tumbuh 5,9% (yoy) pada November 2025.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus selama 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Pada periode Januari hingga Oktober 2025, surplus neraca perdagangan mencapai US$35,88 miliar.

Di sektor investasi, realisasi investasi pada Januari–September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau tumbuh 13,7% (yoy). Penyaluran kredit perbankan juga tetap tumbuh positif sebesar 7,36% (yoy) pada Oktober 2025.

Kualitas pertumbuhan ekonomi turut menunjukkan perbaikan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 70,59% pada Agustus 2025, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 4,85%. Tingkat kemiskinan nasional tercatat turun menjadi 8,47% pada Maret 2025, dengan kemiskinan ekstrem menyusut menjadi 0,85%. Rasio gini juga menurun ke level 0,375, mencerminkan perbaikan pemerataan pendapatan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, pemerintah terus mengoordinasikan berbagai stimulus dan paket kebijakan ekonomi, mulai dari bantuan pangan, bantuan subsidi upah, BLTS Kesra, hingga diskon transportasi.

Selain itu, pemerintah memberikan dukungan bagi industri padat karya, insentif fiskal bagi pekerja dan UMKM, serta mempercepat deregulasi dan debottlenecking melalui integrasi perizinan dalam sistem OSS.

“Ke depan, Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi kebijakan perekonomian nasional dan memastikan kesinambungan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inklusif, dan berdaya saing, agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Haryo.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Penutupan Tahun 2025, Pemerintah Klaim Ekonomi Nasional Tetap Kuat ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar