
Konsep Hunian Flat Koperasi di Menteng: Kesempatan bagi Semua Orang
\nPemilik tanah dan penggagas hunian flat koperasi di Menteng, Marco Kusumawijaya, menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk menjadi pengembang melalui koperasi. Menurutnya, koperasi bertindak sebagai pengganti fungsi pengembang, yang memungkinkan anggota koperasi berperan aktif dalam pembangunan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
“Sebetulnya, kita semua bisa jadi pengembang. Koperasi itu intinya mengambil alih fungsi pengembang,” ujar Marco dalam diskusi bersama Pinhome di Jakarta. Ia menekankan bahwa konsep ini berbeda dengan model pengembangan tradisional, di mana pengembang sering kali mengambil keuntungan yang sangat besar dari konsumen.
\nTantangan yang Sudah Terlewati
\nSalah satu tantangan terbesar Marco dalam membangun rumah flat di Menteng adalah aturan yang sebelumnya memberlakukan batasan jumlah lantai yang dapat dibangun. Namun, setelah terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta, semua orang kini bisa membangun rumah empat lantai di seluruh Jakarta.
\n“Dulu tidak boleh, di kampung-kampung maksimal hanya dua lantai. Sekarang, dengan Pergub 31 tahun 2022, Anda bisa membangun empat lantai meskipun luas tanah hanya 200 meter persegi,” tambah Marco.
\nSelain itu, aturan tentang luasan tanah juga diubah. Sebelumnya, tanah harus minimal 3.000 hingga 5.000 meter persegi agar bisa dibangun rumah bertingkat. Kini, cukup memiliki tanah seluas 200 meter persegi sudah cukup.
\nPerlu Perubahan Mindset
\nMarco menyampaikan bahwa masyarakat yang tertarik dengan konsep hunian flat di Menteng perlu siap menerima perubahan mindset. Mereka tidak akan mendapatkan keuntungan spekulatif seperti yang biasanya diperoleh dari properti pasar umum.
\nNamun, mereka akan mendapatkan tempat tinggal yang lebih besar dan nyaman. “Anda harus menerima bahwa Anda mendapat tempat tinggal yang nyaman dan lebih besar dibandingkan yang tersedia di pasar dengan harga yang sama. Tapi, Anda tidak bisa memperoleh keuntungan spekulatif darinya,” jelas Marco.
\nHarga Lebih Murah dibanding Pasaran
\nHarga rumah flat di Menteng bervariasi tergantung luas unitnya. Ada tujuh unit dengan ukuran mulai dari 40 hingga 80 meter persegi, serta dua unit yang digabungkan sehingga mencapai luas 120 meter persegi. “Rata-rata harga rumah flat ini di bawah Rp 1 miliar,” ungkap Marco.
\nMenurutnya, ada beberapa faktor yang membuat harga hunian ini lebih murah dibandingkan pasar. Salah satunya adalah pembangunan melalui koperasi perumahan. Anggota koperasi secara kolektif membiayai pembangunan rumah mereka sendiri.
\nSelain itu, sistem sewa tanah dengan jangka panjang selama 70 tahun juga menjadi salah satu faktor penghematan. Sistem ini menghindari biaya beli putus yang biasanya mahal. Selain itu, tidak ada biaya pemasaran karena rumah langsung diberikan kepada anggota koperasi yang sudah memiliki minat kuat untuk memiliki hunian.
\nKeuntungan Berupa Kepemilikan Bersama
\nDengan model koperasi, pemilik rumah tidak hanya mendapatkan tempat tinggal yang nyaman dan terjangkau, tetapi juga memiliki hak kepemilikan bersama atas tanah. Hal ini memberikan rasa aman dan stabilitas jangka panjang.
\nKonsep ini menawarkan solusi yang realistis bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah tanpa harus menghadapi tekanan harga yang tinggi. Dengan kolaborasi dan kerja sama, setiap individu bisa berkontribusi dalam pembangunan lingkungan yang lebih baik.
Komentar
Kirim Komentar