Pemilik Rumah Mewah di Cilegon Tewaskan Anak Bungsu Saat Dirampok

Kabar pemerintahan kembali mencuat. Mengenai Pemilik Rumah Mewah di Cilegon Tewaskan Anak Bungsu Saat Dirampok, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Pemilik Rumah Mewah di Cilegon Tewaskan Anak Bungsu Saat Dirampok

Profil Haji Maman Suherman, Pengusaha Sukses yang Kini Berduka

Haji Maman Suherman adalah seorang pengusaha sukses di Kota Cilegon, Banten. Selain berkecimpung dalam dunia bisnis, ia juga aktif dalam dunia politik. Saat ini, ia tercatat sebagai Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cilegon dan sempat digadang-gadang menjadi calon Wakil Wali Kota Cilegon pada tahun 2020. Namun, saat itu Ratu Ati Marliati memilih mendampingi Sokhidin.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Tragedi Perampokan yang Menewaskan Anak Bungsu

Pada Selasa, 16 Desember 2025, Haji Maman mengalami duka mendalam setelah putra bungsunya, Muhammad Aksel Putra (MAHM), meninggal dunia akibat perampokan disertai pembunuhan di rumahnya. MAHM yang masih berusia 9 tahun ditemukan tewas dengan 14 luka tusukan di tubuhnya.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.20 WIB. Saat kejadian, Haji Maman sedang berada di kantor di wilayah Ciwandan. Ia menerima telepon darurat dari anak keduanya, D, yang berteriak meminta pertolongan. Setelah menerima kabar tersebut, Haji Maman langsung bergegas pulang ke rumah.

Kronologi Kejadian

Ketika tiba di lokasi, Haji Maman menemukan kondisi anaknya sudah tergeletak di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi. Sayangnya, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa korban mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di berbagai bagian tubuhnya. Pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian sekitar pukul 15.00 WIB. Tak lama kemudian, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.

Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, membenarkan informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan statement lebih lanjut karena masih menunggu informasi dari pihak kepolisian.

Penanganan Kasus oleh Aparat Kepolisian

Kasus ini kini ditangani oleh aparat kepolisian Polres Cilegon. Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, menyatakan bahwa seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang didalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian. Sampai saat ini, motif maupun terduga pelaku belum diungkapkan.

Pantauan di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB menunjukkan bahwa aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban. Puluhan warga setempat serta keluarga korban tampak hilir mudik di rumah duka.

Rumah gedung berwarna putih tersebut memiliki arsitektur bergaya Eropa-Amerika klasik dengan panjang area bangunan sekitar 40 meter. Di sisi jalan atau bahu jalan dekat pagar rumah korban, tampak dipenuhi mobil dan sepeda motor milik warga yang datang untuk melayat maupun melihat langsung lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, kamera pengawas (CCTV) rumah korban disebut tidak berfungsi. Namun hingga kini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.

Di bagian depan gerbang rumah, tampak dua karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya Muhammad Aksel Putra Bapak Maman Suherman (Dewan Pakar PKS). Peristiwa tragis itu sontak menggegerkan warga kompleks perumahan yang dikenal cukup tertutup dan memiliki sistem keamanan ketat.


Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar