Proses Merger BUMN Transportasi Laut Masih Dalam Kajian
Sejak tahun lalu, tiga BUMN yang bergerak di sektor transportasi laut yakni PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI dikabarkan akan melakukan merger. Namun hingga saat ini, isu tersebut belum kunjung terealisasi. Ketiga BUMN masih berdiri sebagai entitas yang terpisah, dengan model bisnis yang berbeda-beda. Lantas, apakah isu merger itu akan terwujud?
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Diskusi Antara ASDP, Pelindo, dan PELNI Sudah Dilakukan
Pada 22 Mei 2025 lalu, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo mengatakan bahwa ketiga perusahaan sudah berkumpul untuk melakukan pembahasan dan masih dalam proses kajian.
“Masih proses, masih dalam kajian, tiga BUMN sudah berkumpul,” kata Heru di Hotel Meruorah, Labuan Baju, Manggarai, Kamis (22/5/2025).
Lalu, pada 15 Desember 2025 lalu, Heru menegaskan bahwa belum ada kabar lanjutan mengenai merger tersebut.
“Kalau kami sebagai BUMN tentu akan mengikuti apa yang menjadi keputusan dari Danantara. Tapi memang sampai saat ini kami belum mendapatkan update kembali terkait merger beberapa BUMN yang masuk dalam klaster logistik,” ujar Heru di kantor ASDP, Jakarta, Senin (15/12).
Namun, dia menyebutkan bahwa selain ASDP, Pelindo, dan PELNI, ada juga PT Pos Indonesia (Persero) yang masuk dalam klaster tersebut.
“Kalau tidak salah kemarin itu ada ASDP, kemudian PELNI, Pelindo, dan PT Pos. Tapi sampai sekarang kami belum mendapatkan update lanjutannya,” tambah Heru.
Proses Merger Masih Berlangsung
Terbaru, pada Senin (29/12), Wakil Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Aminuddin Ma’ruf mengatakan bahwa proses merger ketiga BUMN transportasi laut itu tidak berhenti. Ia menjelaskan bahwa merger tersebut merupakan bagian dari upaya pemangkasan jumlah BUMN menjadi hanya 200-an perusahaan.
“Iya dong (masih berlanjut). Itu kan kerangka besarnya memang menuju 220-an BUMN dari sekaligus,” ujar Aminuddin di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta.
Namun, Aminuddin menegaskan bahwa pembahasan merger baru meliputi ASDP, Pelindo, dan PELNI, belum melibatkan PT Pos Indonesia.
“Masih tiga itu,” tutur Aminuddin.
Perbedaan Lini Bisnis Tidak Menghambat Proses Merger
Meskipun bergerak di sektor transportasi laut, lini bisnis yang dijalankan oleh ASDP, Pelindo, dan PELNI memiliki perbedaan masing-masing. ASDP sendiri bergerak di bidang jasa penyeberangan feri terintegrasi, mengelola pelabuhan penyeberangan, serta mengembangkan bisnis pariwisata tepi air (waterfront).
Kemudian, Pelindo adalah BUMN yang mengelola infrastruktur pelabuhan, melayani bongkar muat, terminal petikemas, penumpang, dan jasa terkait maritim lainnya di seluruh Indonesia. Sementara itu, PELNI adalah BUMN yang melayani angkutan penumpang dan barang.
Aminuddin mengatakan bahwa meskipun lini bisnis ketiga BUMN tersebut berbeda, hal itu tidak menjadi penghambat dalam proses merger. Bahkan, menurutnya wacana tersebut tinggal dieksekusi.
“Enggak, sudah kita kaji kok itu. Tinggal dieksekusi saja nanti,” ujar Aminuddin.
Masih Menunggu Eksekusi Lebih Lanjut
Dari informasi yang diperoleh, proses merger antara ASDP, Pelindo, dan PELNI masih dalam tahap kajian dan belum ada keputusan resmi yang diumumkan. Meski begitu, pihak-pihak terkait tetap menjalani diskusi dan evaluasi terkait potensi manfaat dari merger tersebut.



Komentar
Kirim Komentar