Pelestarian Wayang di Era Digital, Sanggar Gogon Libatkan Anak-Anak Sejak Dini

Pelestarian Wayang di Era Digital, Sanggar Gogon Libatkan Anak-Anak Sejak Dini

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Pelestarian Wayang di Era Digital, Sanggar Gogon Libatkan Anak-Anak Sejak Dini, berikut adalah data yang berhasil kami rangkum dari lapangan.

SOLO, aiotrade
Sanggar Wayang Gogon, sebuah komunitas yang berkomitmen pada pelestarian seni wayang dan gamelan, terus berupaya memperkenalkan budaya tradisional kepada generasi muda. Di tengah tantangan dari pengaruh budaya digital, sanggar ini aktif melakukan berbagai kegiatan untuk menjaga keberlanjutan seni pedalangan dan karawitan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Salah satu relawan Sanggar Wayang Gogon, Seviana Sholikhah Ardiyani, menjelaskan bahwa sanggar ini memiliki cabang di beberapa daerah seperti Surakarta, Karanganyar, dan Wonogiri. Mereka rutin mengadakan latihan seni tradisional yang mencakup pedalangan, karawitan, dan tari.

“Setiap hari ada latihan pedalangan, latihan karawitan, serta latihan tari,” ujar Seviana saat ditemui di Stand Sanggar Wayang Gogon pada Malam Puncak Pekan Wayang dan Gamelan 2025, di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (7/11/2025) malam.

Peserta yang ikut dalam latihan berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak TK, SD hingga mahasiswa. Mereka diajarkan cara memainkan wayang, menabuh gamelan, dan memahami seni karawitan secara langsung.

Namun, Seviana menyatakan bahwa upaya pelestarian wayang tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah menurunnya minat anak-anak terhadap budaya tradisional di era digital.

“Anak-anak sekarang banyak yang belum tahu apa itu wayang atau budaya Jawa. Kadang juga orang tua kurang mengenalkan bahwa ini adalah warisan budaya kita,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Sanggar Wayang Gogon mencoba menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah melalui media sosial. Mereka aktif memanfaatkan platform media sosial untuk memperkenalkan kegiatan, produksi wayang, serta suvenir bernuansa budaya Jawa.

“Kami menggunakan media sosial untuk memperkenalkan kegiatan dan latihan-latihan yang ada, agar anak-anak tertarik ikut,” kata Seviana.

Selain itu, partisipasi dalam berbagai event budaya seperti Pekan Wayang dan Gamelan juga menjadi strategi sanggar untuk memperluas jangkauan pelestarian. Event-event ini menjadi kesempatan bagi sanggar untuk menunjukkan bahwa masih ada yang menjaga budaya wayang. Siapa pun yang ingin belajar bisa datang ke sanggar mereka.

Dengan kombinasi latihan rutin, kreativitas digital, dan keikutsertaan dalam kegiatan kebudayaan, Sanggar Wayang Gogon berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai dan mewarisi seni wayang sebagai bagian dari identitas bangsa.

Strategi Pelestarian Budaya Tradisional

  • Latihan Rutin
    Sanggar Wayang Gogon menyediakan berbagai program latihan yang dilakukan setiap hari. Mulai dari pedalangan hingga tari, semua disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta.

  • Pemanfaatan Media Sosial
    Dalam era digital, sanggar memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan seni wayang dan gamelan. Melalui platform ini, mereka dapat menjangkau lebih banyak pemuda.

  • Partisipasi dalam Event Budaya
    Kehadiran sanggar dalam event budaya seperti Pekan Wayang dan Gamelan memberikan ruang untuk menunjukkan eksistensi seni tradisional. Hal ini juga membuka peluang bagi generasi muda untuk belajar.

  • Pendidikan Anak-Anak
    Sanggar mengajarkan seni wayang dan gamelan kepada anak-anak dari berbagai usia. Ini bertujuan untuk membangun fondasi pengetahuan tentang budaya Jawa sejak dini.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Pelestarian Wayang di Era Digital, Sanggar Gogon Libatkan Anak-Anak Sejak Dini. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar