Pelatih Baru Persebaya: Benjamin Mora vs Pep Munoz, Siapa Lebih Unggul?

Pelatih Baru Persebaya: Benjamin Mora vs Pep Munoz, Siapa Lebih Unggul?

Dunia olahraga tengah menjadi sorotan hari ini. Terkait Pelatih Baru Persebaya: Benjamin Mora vs Pep Munoz, Siapa Lebih Unggul?, para fans tentu sudah menanti kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.
Pelatih Baru Persebaya: Benjamin Mora vs Pep Munoz, Siapa Lebih Unggul?

Persebaya Surabaya Dalam Kekacauan, Cari Pelatih Baru

Persebaya Surabaya kini sedang menghadapi situasi yang cukup memprihatinkan. Hingga saat ini, klub berjuluk Bajol Ijo masih belum bisa mengumumkan pelatih baru pengganti Eduardo Perez yang dipecat pada 22 November 2025. Di sisi lain, tim ini juga dikejar waktu dan terancam denda sebesar Rp100 juta jika tidak bisa mengumumkan pelatih kepala definitif sebelum tenggat waktu.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kabar baiknya, dua nama pelatih top kini menjadi perbincangan hangat, yaitu Benjamin Mora dari Meksiko dan Pep Munoz asal Spanyol. Tidak hanya sekadar rumor, kedua pelatih tersebut bahkan sudah mengikuti akun resmi Instagram Persebaya Surabaya. Ini menunjukkan minat mereka terhadap klub dan potensi kerja sama yang mungkin terjadi.

Benjamin Mora sukses besar dalam melatih Johor Darul Ta'zim (JDT) di Liga Malaysia dengan meraih 9 trofi. Sedangkan Pep Munoz berhasil membawa Svay Rieng FC menjadi juara Liga Kamboja. Kedua pelatih ini memiliki lisensi Pro UEFA dan filosofi bermain 4-3-3 yang menyerang, sesuai dengan kriteria yang dicari oleh Persebaya. Lantas, siapa yang lebih unggul antara Mora dan Munoz?

Benjamin Mora: Jaminan Mental Juara

Meskipun baru berusia 46 tahun, Benjamin Mora menjadi kandidat yang menjanjikan gelar juara. Ia dikenal dengan filosofi menyerang agresif 4-3-3 yang mengutamakan intensitas tinggi dan penguasaan bola.

Kelebihan

  • Rekam Jejak Dominasi di Asia Tenggara
    Mora berhasil menciptakan dominasi jangka panjang saat melatih Johor Darul Ta'zim (JDT) di Malaysia (2018–2022). Ia memenangkan 4 kali Liga Super Malaysia dan 4 kali Piala Super Malaysia.
  • Lisensi Pro UEFA
    Mora memiliki kualifikasi kepelatihan tertinggi, yang membuatnya layak untuk melatih klub elite.
  • Koleksi 9 Trofi di JDT
    Rekam jejak ini menunjukkan kemampuannya menciptakan dominasi jangka panjang dan menjaga performa stabil.

Kekurangan

  • Performa Terakhir Meragukan
    Setelah masa keemasan di JDT, Mora gagal bersinar saat kembali ke Meksiko melatih Querétaro FC. Dari 17 pertandingan Liga MX, ia hanya mencatatkan 6 kemenangan, 2 seri, dan 9 kekalahan. Hal ini menjadi catatan penting apakah ia mampu beradaptasi di lingkungan baru.

Pep Munoz: Filosofi Barcelona

Pep Munoz juga berusia 46 tahun dan menarik perhatian karena memiliki latar belakang akademis yang kuat. Ia pernah menjadi bagian dari staf pelatih Barcelona B dan Barça U19. Ia juga menganut formasi menyerang 4-3-3.

Kelebihan

  • Latar Belakang Elit dan Pengalaman Asia
    Munoz memiliki pengalaman di Barcelona, sehingga menawarkan gaya bermain possession yang terstruktur dan indah.
  • Sukses di Kamboja
    Ia berhasil membawa Svay Rieng menjuarai Liga Kamboja 2024/2025, membuktikan kemampuannya beradaptasi dan meraih gelar di Asia Tenggara.
  • Pengalaman Internasional
    Munoz pernah menjadi asisten pelatih Timnas Tiongkok, memberikan wawasan tentang manajemen tim di level internasional.

Kekurangan

  • Gagal di Tiongkok
    Kinerja Munoz di klub terakhirnya, Shenzhen Peng City FC sangat singkat dan mengecewakan. Dalam 17 pertandingan, ia hanya meraih 3 kemenangan (persentase menang 17,6%) sebelum berpisah. Kegagalan ini menunjukkan kesulitan beradaptasi di liga yang persaingannya lebih ketat daripada Liga Kamboja.

Prediksi Pelatih Baru Persebaya

Pep Munoz menawarkan filosofi possession yang menarik. Namun, Benjamin Mora menjadi kandidat kuat karena memiliki rekam jejak juara yang terbukti sukses dalam jangka waktu panjang di Asia Tenggara.

Namun, kegagalan kedua pelatih di klub terakhir tentu menjadi bahan pertimbangan besar bagi manajemen Persebaya Surabaya. Pengumuman resmi akan menjadi penentu apakah Persebaya memilih mental juara seperti ditunjukkan Benjamin Mora, atau filosofi khas Spanyol ala Pep Munoz.

Keputusan akhir kemungkinan akan didasarkan pada kesepakatan finansial dan kesesuaian visi jangka panjang dengan manajemen Persebaya.

Kesimpulan: Jangan lewatkan aksi atlet/tim kebanggaan Anda. Simak terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar