PDIP Jatim Gelar Konferda Pilih Kepemimpinan Baru

PDIP Jatim Gelar Konferda Pilih Kepemimpinan Baru

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai PDIP Jatim Gelar Konferda Pilih Kepemimpinan Baru, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

PDI Perjuangan Jawa Timur Gelar Konferda dan Konfercab Serentak

PDI Perjuangan se-Jawa Timur akan menggelar konferensi daerah (konferda) dan konferensi cabang (konfercab) secara serentak pada 20–21 Desember 2025 di Surabaya. Acara ini menjadi momen penting bagi partai untuk menutup masa kepengurusan sebelumnya, sekaligus menentukan arah kepemimpinan ke depan.

Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah, menjelaskan bahwa konferda dan konfercab merupakan mekanisme organisasi yang digunakan untuk memastikan suksesi kepemimpinan berjalan demokratis dan terstruktur. Ia menyatakan bahwa acara ini menjadi ruang untuk memilih kepemimpinan berikutnya.

“Konferda dan konfercab serentak ini sebagai mekanisme PDI Perjuangan untuk mengakhiri kepengurusan sebelumnya, sekaligus sebagai ruang suksesi untuk memilih kepemimpinan berikutnya,” ujar Said Abdullah kepada wartawan.

Mekanisme Demokrasi Dua Arah

Said Abdullah menegaskan bahwa PDIP menerapkan mekanisme demokrasi dua arah dalam proses pemilihan pengurus. Mekanisme ini melibatkan usulan dari ranting, anak cabang, cabang, dan daerah untuk unsur Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC dan DPD. Namun, kewenangan DPP PDI Perjuangan tetap diberikan untuk memilih dan menentukan posisi tersebut dengan mempertimbangkan kebutuhan strategis partai dan regenerasi kepemimpinan.

Program Strategis untuk Jawa Timur

Selain menentukan kepemimpinan, konferda dan konfercab PDIP se-Jawa Timur juga akan membahas dan menetapkan program strategis partai. Said menekankan bahwa Jawa Timur, sebagai kawasan strategis dengan potensi demografi yang besar, harus dimanfaatkan dengan baik.

“Dengan populasi lebih dari 40 juta, dan 70 persen diantaranya di usia produktif, potensi ini harus kita manfaatkan dengan baik, jangan sampai menjadi beban demografi,” ujarnya.

Fokus pada Pendidikan Inklusif

Said menekankan bahwa kunci pembangunan Jawa Timur terletak pada sektor pendidikan yang lebih inklusif. Menurutnya, capaian partisipasi murni SMA di Jatim yang mencapai 96 persen tidak boleh membuat kita puas diri, karena lulusan SMA belum memiliki skil profesional.

Ia menambahkan bahwa generasi muda Jawa Timur harus mendapatkan akses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya mahal. Oleh karena itu, PDIP terus mendorong melalui DPRD dan Kepala Daerah bisa memberikan dukungan uang kuliah agar mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi, baik melalui APBD, dan kerjasama dengan badan usaha.

Youth Venture Fund untuk Kemandirian Ekonomi

Sejalan dengan upaya tersebut, PDI Perjuangan Jawa Timur akan menginisiasi pembentukan Youth Venture Fund (YVF) untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda. YVF menargetkan 50.000 startup baru generasi muda hingga 2030 untuk memperluas akses modal tanpa jaminan fisik dan mempercepat kemandirian ekonomi.

“Kami yakin dengan kekuatan Gen Z dan Alpha sebagai digital native generation, program ini akan mewadahi ruang kreatif mereka,” tutur Said.

Pertumbuhan Industri untuk Lapangan Kerja

Di sektor industri, Said menilai Jawa Timur membutuhkan pertumbuhan industri yang lebih kuat untuk memperluas lapangan kerja. Jika industrinya tumbuh, peluang menyerap lapangan kerja juga makin besar.

“Industri di Jawa Timur masih didominasi oleh makanan, minuman, rokok dan tekstil,” ujarnya.

Kebangkitan Industri Hilir

Lebih lanjut, Said menegaskan bahwa kebangkitan industri hilir akan menjadi kunci penguatan kelas menengah dan pengurangan kemiskinan. Agenda-agenda strategis tersebut akan ditentukan dalam rakerda dan rakercab PDI Perjuangan se-Jawa Timur.

“Kami ingin merubah sikap politik partai yang cenderung jargonisik menjadi agenda-agenda kerja kerakyatan yang terukur target-targetnya, dengan demikian diperlukan perubahan dari cara kerja partai selama ini,” pungkasnya.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar