Pandangan Susno Duadji tentang motif pembunuhan anak Haji Maman di Cilegon

Pandangan Susno Duadji tentang motif pembunuhan anak Haji Maman di Cilegon

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Pandangan Susno Duadji tentang motif pembunuhan anak Haji Maman di Cilegon, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Kasus Pembunuhan Bocah 9 Tahun yang Menjadi Perhatian Publik

Kasus pembunuhan MAHM, seorang bocah berusia 9 tahun yang merupakan anak dari seorang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menjadi perhatian banyak pihak. Kejadian tersebut terjadi di rumah mewah korban di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS) kota Cilegon, Banten, pada Rabu (17/12/2025). Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, dan beberapa tokoh juga memberikan analisis mereka.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Salah satu tokoh yang turut memberikan komentarnya adalah Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji. Ia menyatakan bahwa kemungkinan besar kasus ini adalah tindakan pembunuhan, mengingat tidak ada indikasi kehilangan barang-barang di tempat kejadian. “Pertama kita ucapkan turut berdukacita kepada keluarga atas meninggalnya sang anak,” ujarnya.

Susno Duadji menilai bahwa fokus penyelidikan saat ini adalah mengungkap pelaku, karena dari sanalah motif pembunuhan akan terjawab. Ia menegaskan, meski motif belum diketahui secara pasti, identitas pelaku dapat ditelusuri melalui keterangan saksi dan alat bukti. “Dengan ketahuan siapa pelakunya maka motivasi pembunuhan akan terungkap,” jelas Susno Duadji.

Menurutnya, sasaran kejahatan memang tertuju pada korban atau keluarganya. Terkait kondisi korban yang mengalami banyak luka, Susno menyimpulkan adanya kemungkinan motif dendam dalam kasus ini. “Saya menyimpulkan bahwa itu ada semacam dendam ya, karena kalau misalnya hanya ingin membunuh saja tidak perlu terlalu banyak melukai, mencederai daripada korban,” ungkapnya.

Ia menyebut, pelaku bisa saja berasal dari lingkungan luar maupun orang terdekat keluarga korban. Namun, Susno mengingatkan agar penyidik tidak berspekulasi tanpa alat bukti yang kuat. “Bisa jadi orang luar bisa dan orang terdekat bisa. Tapi tidak boleh langsung diungkapkan wah ini orang terdekat. Jangan,” tegasnya.

Penyelidikan Lebih Lanjut

Menurut Susno Duadji, Polri perlu mendalami latar belakang keluarga korban, lingkungan sekitar, hingga jejak komunikasi elektronik seperti ponsel dan pesan singkat yang mencurigakan sebelum kejadian. “Adakah petunjuk-petunjuk elektronik berupa HP yang menerima WhatsApp, yang menerima SMS atau yang menerima telepon dari pihak tertentu yang mencurigakan. Yang marah, yang mengarah kepada keluarganya baik bapaknya atau ibunya atau pembantu yang menerima pemberitahuan yang mencurigakan,” jelas Susno Duadji.

Ia juga menilai kecil kemungkinan terjadinya salah sasaran, karena pelaku diyakini sudah mengamati target dengan matang sebelum beraksi. “Kalau untuk salah sasaran kemungkinan kecil. Orang yang niatnya ingin mengederai atau ingin membunuh dia pasti paham betul siapa sasarannya. Paham dari wajah, nama, identitas.”

“Jadi kalau untuk salah sasaran kemungkinan kecil gitu. Saya yakin bahwa sasarannya memang keluarga ini, si anak ini yang harus dicederai. Mungkin ada sesuatu masalah dengan keluarganya,” demikian analisis Susno Duadji.

Keseharian Korban

MAHM dikenal sebagai anak yang baik. Tetangga dekat bernama Gina (nama samaran) menyebut tak hanya MAHM, keluarga yakni sang ayah Haji Maman semua berprilaku baik. Gina mencontohkan ketika hendak pulang ke rumah pribadinya itu, Maman maupun sang istri kerap membuka jendela mobil untuk menyapa Gina yang kebetulan sedang berada di depan rumah.

Haji Maman sosok yang baik banget. Dia menyapa kalau lewat. Misalnya pas ketemu, walaupun di dalam mobil dia buka jendela "bu, permisi bu," kata Gina. Istrinya juga gitu, lewat itu ya menyapa juga.

Saat ditemui sekira pukul 15.00 WIB, Gina sedang berada di depan pagar rumahnya yang persis berada di sebelah rumah mewah milik politikus PKS itu. Rumah mereka berada di sisi kanan sebuah jalan yang buntu karena adanya portal di ujung jalan yang selalu ditutup oleh warga sekitar. Sehingga, untuk menuju ke rumah Maman Suherman atau TKP ditemukannya MAHM harus terlebih dahulu melalui rumah Gina.

Rumah mewah Maman Suherman berdiri di kavling yang luasnya kurang lebih sekitar 500 meter persegi. Di depan rumah itu terdapat sejumlah karangan bunga ucapan duka cita atas wafatnya MAHM dari sejumlah pihak. Bangunan rumah tersebut dicat dengan warna putih di seluruh bagian dinding dengan perpaduan cat warna hitam serta emas pada bagian pagar maupun tralis-tralis yang terdapat pada bangunan rumah itu.

Halaman di depan rumah Maman Suherman terlihat masih cukup lapang. Hanya ada bangunan pendopo, parkiran mobil, dan taman kecil di sisi-sisi halaman rumah mewah itu. Penghuni rumah diduga sedang tidak berada di lokasi saat ini. Sebab, beberapa lampu gantung bergaya eropa klasik pada dua teras rumah dalam kondisi masih menyala.

Gina melanjutkan ceritanya dengan mengatakan, putra politikus PKS yang ditemukan tewas secara mengenaskan beberapa waktu lalu itu juga merupakan sosok yang baik. Menurut Gina, MAHM kerap tersenyum sambil menundukkan kepala ketika berpapasan dengan dia. “Dia (MAHM) anaknya baik kok. Kalau ketemu ya senyum, gini (menundukkan kepala). Dan suka bercanda dengan cucu saya yang masih kecil (balita),” jelas Gina.

Tak hanya itu, Gina juga menyebut, dia kerap melihat Maman Suherman dan putranya, MAHM, berjalan kaki bersama untuk salat subuh berjamaah di masjid kompleks perumahan itu. “Emang Pak Haji (Maman) salat enggak pernah ketinggalan. Dia sama anaknya yang paling kecil (korban MAHM) itu sering jalan lewat sini, mau salat subuh ke masjid,” ungkap Gina.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar