
Desain dan Tampilan
OPPO A5 Pro hadir dengan dimensi 164,82 x 75,53 mm dan ketebalan sekitar 7,7 mm. Bobotnya 194–195 gram, relatif ringan untuk ponsel dengan baterai besar. Pilihan warna seperti Cokelat Moka, Hijau Lumut, dan Biru Sutra memberi kesan elegan sekaligus segar.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Layar berukuran 6,67 inci menggunakan panel IPS LCD dengan resolusi 720 x 1604 piksel. Meski resolusi tergolong standar, OPPO menambahkan refresh rate 120Hz dan kecerahan hingga 1000 nits. Kombinasi ini membuat pengalaman scrolling dan menonton video terasa mulus, bahkan di bawah sinar matahari.
Performa dan Dapur Pacu
Di balik bodinya, OPPO A5 Pro ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6300. Chipset ini bukan yang paling bertenaga, tetapi cukup untuk aktivitas harian seperti media sosial, streaming, hingga multitasking ringan.
Ponsel ini hadir dengan RAM 8GB hingga 12GB, ditambah fitur extended RAM yang memungkinkan sistem meminjam sebagian ruang penyimpanan untuk memperluas kapasitas. Penyimpanan internal tersedia dalam varian 128GB dan 256GB dengan teknologi UFS 2.1/2.2. Slot microSD juga disediakan, menjawab kebutuhan pengguna yang gemar menyimpan foto, video, atau aplikasi berukuran besar.
Kamera
OPPO A5 Pro mengusung kamera utama dengan konfigurasi ganda. Meski tidak disebutkan detail resolusi dalam spesifikasi resmi, kamera ini dirancang untuk kebutuhan fotografi sehari-hari: dokumentasi keluarga, aktivitas sosial, hingga konten media sosial.
Kamera depan ditempatkan dalam punch-hole di bagian atas layar, cukup memadai untuk swafoto maupun panggilan video. OPPO menekankan algoritma pemrosesan gambar yang mampu meningkatkan kualitas foto meski dalam kondisi cahaya rendah.
Baterai dan Pengisian Daya
Inilah sektor yang paling menonjol: baterai 5.800 mAh. Kapasitas ini tergolong jumbo untuk kelas menengah, menjanjikan daya tahan hingga dua hari pemakaian normal.
Tak hanya besar, OPPO membekali A5 Pro dengan teknologi 45W SUPERVOOC fast charging. Dalam uji coba, baterai dapat terisi 50 persen hanya dalam 35 menit. Fitur ini menjadi nilai jual utama, terutama bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar rumah.
Harga dan Ketersediaan
Menjelang akhir Desember 2025, OPPO A5 Pro dipasarkan dengan harga yang relatif terjangkau. Varian RAM 8GB/128GB dibanderol di kisaran Rp3 jutaan, sementara versi 12GB/256GB sedikit lebih tinggi. Dengan kombinasi baterai besar, layar mulus, dan harga kompetitif, ponsel ini menyasar segmen anak muda, pekerja mobile, dan pengguna yang mengutamakan daya tahan.
Analisis Pasar
Peluncuran OPPO A5 Pro menegaskan tren baterai jumbo yang semakin populer di pasar smartphone Indonesia. Konsumen kini lebih peduli pada daya tahan perangkat dibanding sekadar resolusi layar atau jumlah kamera.
Di sisi lain, OPPO tetap menjaga keseimbangan antara harga dan fitur. Dengan chipset Dimensity 6300, perusahaan tidak mengejar performa gaming ekstrem, melainkan stabilitas untuk kebutuhan sehari-hari. Strategi ini sejalan dengan karakter pasar Indonesia yang sensitif terhadap harga namun tetap menginginkan fitur modern.
Perspektif Pengguna
Bagi mahasiswa, baterai besar berarti tidak perlu khawatir kehabisan daya saat kuliah atau belajar daring. Bagi pekerja lapangan, pengisian cepat menjadi solusi praktis di tengah mobilitas tinggi. Sementara bagi orang tua, layar besar dan terang memudahkan komunikasi dengan keluarga.
OPPO A5 Pro adalah ponsel yang menutup tahun dengan pesan sederhana: daya tahan adalah segalanya. Dengan baterai 5.800 mAh, layar 120Hz, dan harga ramah kantong, perangkat ini menjadi pilihan menarik di kelas menengah.
Meski resolusi layar tidak setinggi pesaing, OPPO menutupi kekurangan itu dengan refresh rate tinggi dan kecerahan maksimal. Chipset Dimensity 6300 mungkin bukan yang tercepat, tetapi cukup untuk kebutuhan harian.
Di tengah persaingan sengit, OPPO A5 Pro membuktikan bahwa inovasi tidak selalu berarti spesifikasi tertinggi, melainkan keseimbangan antara kebutuhan nyata dan harga yang masuk akal.
Komentar
Kirim Komentar