Operasi Lebih Akurat dengan Teknologi Robotik, Siloam Hospitals Kebon Jeruk Hadirkan Pusat Bedah Can

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Operasi Lebih Akurat dengan Teknologi Robotik, Siloam Hospitals Kebon Jeruk Hadirkan Pusat Bedah Can yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Operasi Lebih Akurat dengan Teknologi Robotik, Siloam Hospitals Kebon Jeruk Hadirkan Pusat Bedah Canggih

Inovasi Teknologi Robotik dalam Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), salah satu rumah sakit unggulan dalam jaringan Siloam International Hospitals, baru saja meluncurkan Center for Robotic and Minimally Invasive Surgery. Ini merupakan pusat bedah robotik dan minimal invasif pertama di Indonesia yang menawarkan layanan bedah modern dengan sayatan minimal, presisi tinggi, pemulihan lebih cepat, serta risiko komplikasi yang lebih rendah.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tindakan bedah dengan mengatasi keterbatasan tangan manusia, keterbatasan mata manusia, dan kelelahan manusia. CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady, menjelaskan bahwa teknologi ini telah digunakan secara nyata untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Sistem Robotik yang Digunakan

Siloam Hospitals Kebon Jeruk saat ini mengoperasikan tiga sistem robotik, yaitu:

  • Da Vinci Xi untuk urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum.
  • Biobot MonaLisa untuk diagnostik kanker prostat presisi tinggi.
  • ROSA untuk prosedur ortopedi, khususnya total knee replacement.

Seluruh teknologi tersebut dioperasikan oleh tim dokter spesialis multidisiplin yang memiliki sertifikasi internasional di bidang bedah robotik. Beberapa dokter yang terlibat antara lain:

  • dr. Marto Sugiono, SpU (K), FRCS-Urology (UK) – bidang urologi.
  • dr. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG-KFER – bidang obstetri dan ginekologi.
  • Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, Sp.B-KBD – bidang Bedah Digestif.
  • Dr. dr. Franky Hartono, Sp.OT (K) – bidang Ortopedi.

Keunggulan Da Vinci Xi Surgical System

Menurut dr. Ferdhy, keunggulan utama dari Da Vinci Xi adalah stabilitas kamera dan kendali instrumen yang sangat presisi. Seluruh gerakan operator diterjemahkan secara akurat oleh robot, sementara sistem pengaman otomatis akan menghentikan pergerakan bila operator tidak berada pada posisi visual yang tepat di konsol.

Robotik Da Vinci Xi juga dilengkapi dengan:

  • 3D High-Definition Vision System dengan pembesaran hingga 10 kali.
  • EndoWrist® Technology yang mampu melakukan gerakan menyerupai pergelangan tangan manusia dengan ketepatan lebih tinggi.
  • Integrated Table Motion yang memungkinkan penyesuaian posisi meja operasi selaras dengan gerakan lengan robot.
  • Dual Console Option untuk pendidikan dan kolaborasi antara dua ahli bedah.

Biobot untuk Diagnosis Kanker Prostat

Biobot juga berperan penting dalam meningkatkan akurasi diagnosis kanker prostat. Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), Biobot mampu mendeteksi tumor prostat berukuran sangat kecil dengan tingkat akurasi lebih dari 95 persen. Teknologi ini memungkinkan biopsi dilakukan secara presisi dan aman, dengan risiko infeksi dan perdarahan yang jauh lebih rendah dibandingkan metode konvensional.

Hingga kini, ratusan prosedur biopsi telah dilakukan menggunakan Biobot, sehingga pasien tidak lagi harus dirujuk ke luar negeri. Tujuan utama dari penggunaan Biobot adalah agar pasien Indonesia bisa mendapatkan layanan terbaik di dalam negeri, tanpa harus berobat ke luar negeri.

ROSA untuk Penggantian Sendi Lutut

ROSA (Robotic Surgical Assistant) digunakan untuk membantu dokter ortopedi melakukan pembedahan penggantian sendi lutut dengan tingkat presisi tinggi dan hasil yang lebih optimal bagi pasien. Dr. dr. Franky Hartono, SpOT (K), menjelaskan bahwa ROSA dirancang khusus untuk menangani struktur keras seperti tulang, yang membutuhkan pendekatan dan perhitungan konstruksi yang sangat presisi.

Sebelum operasi dilakukan, data lutut pasien diambil melalui pemeriksaan X-ray dan diolah menjadi model tiga dimensi. Data ini kemudian dimasukkan ke dalam sistem komputer ROSA untuk membantu dokter merencanakan posisi pemotongan dan pemasangan implan sendi lutut secara presisi.

ROSA berfungsi sebagai asisten yang memberikan data dan rekomendasi, sementara dokter menyesuaikan tindakan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Setiap pasien berbeda, sehingga dokter yang menentukan bagaimana pemasangan implan agar sesuai dengan aktivitas dan gaya hidup pasien.

Masa Pemulihan Pasien

Terkait masa pemulihan, Dr. dr. Franky menjelaskan bahwa target utama dari penggunaan Robotic and Minimally Invasive Surgery bukan sekadar pasien jadi bisa cepat pulang dari rumah sakit, melainkan memastikan pasien nyaman, mandiri, dan kuat untuk kembali beraktivitas tanpa bergantung pada keluarga pasca di operasi menggunakan Robotic and Minimally Invasive Surgery.

Rata-rata sekitar empat hari pasien sudah boleh pulang dan bisa kembali beraktivitas normal secara bertahap. Yang penting adalah kualitas pemulihannya.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar