
Renungan Pemuda GMIM: Pembebasan dan Pengharapan Baru
Pada hari Rabu, 17 Desember 2025, obor pemuda Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) memberikan renungan yang menginspirasi. Renungan tersebut berdasarkan bacaan Alkitab dari Zakharia 9:11-12 dengan tema “Pembebasan dan Pengharapan Baru”. Tema ini menjadi pesan yang kuat untuk setiap orang percaya yang sedang menghadapi tantangan dalam kehidupan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kehidupan yang Terikat oleh Keadaan
Dalam perjalanan hidup ini, tidak jarang kita merasa seperti terpenjara oleh keadaan. Banyak dari kita terikat oleh dosa masa lalu, terkurung dalam kegagalan, atau terbelenggu oleh rasa takut dan kecewa. Ada banyak orang yang berjalan, tetapi tanpa arah; berjuang, tetapi tanpa harapan. Namun, bagian ini memberi pesan penghiburan dan janji pemulihan dari Tuhan kepada umat-Nya yang sedang terbuang dan tertawan.
Tuhan berfirman bahwa karena darah perjanjian, Ia akan melepaskan tawanan dari lubang yang tidak berair, simbol dari keadaan tanpa pengharapan, kering, dan gelap. Namun, Tuhan tidak membiarkan umat-Nya tinggal di sana. Ia memanggil mereka, “Kembalilah ke tempat bentengmu, hai orang-orang tahanan yang penuh harapan!” (ayat 12). Ini adalah panggilan untuk kembali kepada Tuhan, Sang Benteng dan Sumber perlindungan sejati.
Janji Pemulihan Dua Kali Lipat
Selain itu, Tuhan tidak hanya menjanjikan pembebasan, tetapi juga pemulihan dua kali lipat dari apa yang telah hilang. Dalam kehidupan kita, ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan sanggup memulihkan hidup yang hancur, menghidupkan kembali harapan yang padam, dan melepaskan kita dari segala bentuk “penjara batin” entah itu rasa bersalah, ketakutan, kegagalan, atau penderitaan masa lalu.
Darah perjanjian yang disebut di sini menunjuk kepada darah Yesus Kristus, yang menjadi dasar keselamatan dan pembebasan sejati bagi setiap orang percaya. Oleh karena itu, jangan biarkan masa lalu menahan langkahmu. Saat kamu merasa terpuruk, jangan menjauh, tapi larilah kembali kepada-Nya. Dialah benteng pengharapanmu. Tuhan tidak hanya memulihkan, tetapi memberi lebih dari sebelumnya.
Tuhan Sebagai Allah yang Membebaskan dan Memulihkan
Tuhan adalah Allah yang membebaskan dan memulihkan. Ia tidak membiarkan kita terjebak dalam kegelapan, melainkan menuntun keluar menuju terang pengharapan baru. Ketika kita kembali kepada-Nya, kita menemukan kekuatan untuk memulai lagi dengan iman, pengharapan, dan sukacita baru.
“Tuhan memberi pengharapan bagi mereka yang percaya, dan pemulihan bagi mereka yang hancur.” Pesan ini mengingatkan kita bahwa percaya kepada Tuhan adalah kunci untuk menghadapi setiap tantangan. Percayalah, Ia sanggup membalikkan keadaan.
Sebarkan pengharapan. Jadilah pembawa semangat bagi mereka yang masih “tertawan” dalam keputusasaan. Amin.
Komentar
Kirim Komentar