
Pengertian Selingkuh dalam Perspektif Islam
Selingkuh merupakan tindakan yang tidak diinginkan oleh Allah SWT, terlepas dari alasan atau situasi yang mendorongnya. Dalam ajaran Islam, perbuatan seperti pengkhianatan, penyelewengan, dan kecurangan dilarang secara tegas. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat Al-Anfal ayat 27:
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. al-Anfal: 27)
Selain itu, dalam surat At-Tahrim, Allah menyebutkan bahwa orang-orang yang berselingkuh akan masuk ke neraka Jahannam.
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ
Artinya: “Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): ‘Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)’.” (QS. at-Tahrim: 10)
Peringatan dari Nabi Muhammad SAW
Rasulullah pernah memberikan peringatan agar seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram tidak boleh berdua-duaan guna menghindari hal-hal semacam ini. Sabda beliau:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ يَخْلُوْنَ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، اِمْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَةً وَاكْتَتَبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا قَالَ: اِرْجِعْ فَحَجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ. [رَوَاهُ اْلبُخَارِي وَمُسْلِمٌ]
Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dari Nabi -Shallallahu ‘alayhi wa sallam-., beliau bersabda: ‘Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang perempuan kecuali dengan mahramnya’, maka ada seorang laki-laki berdiri lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah, istriku mau pergi haji sementara aku tercatat harus pergi perang ini dan itu’. Maka beliau bersabda: ‘Pulanglah lalu pergilah naik haji bersama istrimu’.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Doa untuk Terhindar dari Perselingkuhan
Selain menjauhi perbuatan yang berpotensi menimbulkan fitnah dengan lawan jenis, seorang Muslim dapat mengamalkan doa-doa agar terhindar dari urusan perselingkuhan. Berikut dua doa yang dapat diamalkan:
Doa pertama, yang wajib dibaca untuk mendoakan pasangan kita agar dijauhkan dari perselingkuhan:
اَللَّهُمَّ اَنْتَ حَسْبِيْ عَلَى زَوْجِيْ/ زَوْجتيْ عَطِّفْ قَلْبَهُ/ قَلْبَها عَلَيَّ وَسَخِّرْلِيْ قلْبَهُ/ قَلْبَها وَذَلِّلْهُ/ذَلِّلْها لِيْ وَحَبِّبْنِيْ اِلَيْهِ/اِلَيْها حَتَّى يَأْتِيْ/تأْتِيْ اِلَيَّ خَاضِعَةً/خَاضِعًا ذَلِيْلاً مِنْ غَيْرِ مَهْلَةٍ وَاشْغُلْهُ/وَاشْغُلْها بِمَحَبَّتِيْ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
Artinya: “Ya Allah ya Tuhanku, Engkaulah yang mencukupi aku kepada… (sebutkan nama pasangan), cenderungkanlah hatinya padaku, dan paksakanlah hatinya untukku serta kasihanilah dia untukku dan cintakanlah aku kepadanya hingga ia datang kepadaku dengan sopan dan menaruh belas kasih tanpa menunda-nunda. Serta, sibukkanlah ia dengan mencintaiku. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas tiap sesuatu.”
Doa kedua, yang dibaca untuk mendoakan diri sendiri agar dijauhkan dari perbuatan maksiat dan perselingkuhan:
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ التَوْبَةَ وَدَوَامَهَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ المَعْصِيَةِ وَأَسْبَابِهَا وَذَكِّرْنَا بِالخَوْفِ مِنْكَ قَبْلَ هُجُومِ خَطَرَاتِهَا، وَاحْمِلْهُ عَلَى النَّجَاةِ مِنْهَا وَمِنْ التَّفَكُّرِ فِي طَرَائِقِهَا وَامْحُ مِنْ قُلُوبِنَا حَلَاوَةَ مَا اجْتَبَيْنَاهُ مِنْهَا، وَاسْتَبْدِلْهَا بِالكَرَاهَةِ لَهَا وَالطَّمَعِ لِمَا هُوَ بِضِدِّهَا
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami meminta pertobatan dan kelanggengannya. Kepada-Mu, kami berlindung dari maksiat dan sebab-sebabnya. Ingatkan kami agar takut kepada-Mu sebelum datang bahaya maksiat. Bawakan ketakutan itu untuk menyelamatkan kami dari maksiat dan dari pikiran di jalan maksiat. Hapuskan kelezatan maksiat yang kami pilih dari hati kami. Gantikan kenikmatan itu dengan rasa tidak suka dan keinginan terhadap lawan maksiat.”
Komentar
Kirim Komentar