
Musda MUI Jabar Ke-9 Dimulai, Fokus pada Peran Ulama dan Isu Lingkungan
Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat ke-9 resmi dimulai hari ini, Rabu 17 Desember 2025, di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Acara ini menjadi momen penting bagi para ulama dan pengurus MUI untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan peran organisasi dalam masyarakat.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Drs. H. Asep Sukmana, M.si, yang mewakili Gubernur Kang Dedi Mulyadi (KDM), hadir dalam pembukaan acara. Selain itu, turut serta dalam kegiatan ini antara lain Ketua Umum MUI Jabar KH. Rachmat Sjafei, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jabar KH. Miftah Faridl, KH. Marsudi Syuhud (Wakil Ketua Umum MUI Pusat), Sekretaris Umum MUI Jabar UstZ H. Rafanu Akhyar, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Prof. Dr. H. Rosichon, serta para pengurus MUI kabupaten dan kota serta undangan lainnya.
Menurut ketua panitia, KH. Badruzzaman Yunus, jumlah peserta yang hadir dalam Musda kali ini mencapai sekitar 150 orang. Acara ini akan berlangsung hingga Kamis, 18 Desember 2025, dan menghadirkan berbagai agenda penting.
Tema Utama: "Optimalisasi Peran Ulama Menuju Jabar Istimewa"
Tema utama yang diangkat dalam Musda MUI Jabar kali ini adalah "Optimalisasi Peran Ulama Menuju Jabar Istimewa". Tema ini menunjukkan komitmen MUI Jabar untuk memperkuat peran para ulama dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dan berbasis nilai-nilai agama.
KH. Rachmat Sjafei, Ketua Umum MUI Jabar, menyampaikan bahwa tema ini dipilih karena situasi nasional yang sedang dihadapi saat ini. Beberapa daerah di Indonesia, khususnya Sumatera, tengah mengalami bencana alam yang menimbulkan keprihatinan. Ia berharap agar semua pihak dapat bersama-sama berdoa agar musibah tersebut dapat segera terselesaikan dan kondisi kembali normal.
Selain itu, KH. Rachmat juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya lingkungan akibat perusakan alam. Ia mengajak para alim ulama untuk aktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Tuntutan Terhadap Pemerintah Daerah
Dalam sambutannya, KH. Rachmat juga menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat beserta pemerintah kabupaten dan kota untuk bertindak tegas dalam menertibkan izin pertambangan dan menghentikan perusakan alam. Ia menekankan bahwa kebijakan yang tidak ramah lingkungan dapat merugikan generasi mendatang.
Agenda Utama Musda MUI Jabar
Musda MUI Jabar kali ini diisi dengan empat hal krusial yang menjadi fokus diskusi:
- Pembahasan tata tertib – Untuk memastikan jalannya acara berjalan secara teratur dan sesuai aturan.
- Laporan pertanggungjawaban pengurus lama – Menyampaikan hasil kerja dan capaian selama masa jabatan sebelumnya.
- Pembahasan komisi-komisi – Diskusi terkait tugas dan fungsi komisi-komisi yang ada di dalam struktur MUI Jabar.
- Pemilihan pengurus baru periode 2025-2030 – Proses pemilihan untuk mengisi posisi-posisi penting di MUI Jabar dalam lima tahun ke depan.
Komentar
Kirim Komentar