Momen Tahun Baru, Banyak Pedagang Ikan Muncul Mendadak

Momen Tahun Baru, Banyak Pedagang Ikan Muncul Mendadak

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Momen Tahun Baru, Banyak Pedagang Ikan Muncul Mendadak. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Fenomena Pedagang Ikan Dadakan di Pinggir Jalan saat Tahun Baru

Di sepanjang jalan Pantura Tengah, khususnya dari Cirebon menuju Karangampel dan Indramayu, terdapat banyak pedagang ikan dadakan yang berjualan di pinggir jalan. Lokasi ini tepatnya berada di Desa Karangreja, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon. Mereka membangun lapak sederhana untuk menjual berbagai jenis ikan laut, baik di sisi jalan Cirebon menuju Indramayu maupun sebaliknya.

Menurut Alisa, salah satu penjual ikan dadakan, kebiasaan ini terjadi setiap menjelang malam tahun baru. “Di sini biasanya, setiap menjelang malam tahun baru banyak penjual ikan dadakan yang berjualan di pinggir jalan,” katanya.

Dalam kondisi normal, para pedagang ikan hanya berada di sekitar tempat pelelangan ikan Karangreja, yang letaknya jauh dari jalan raya. Namun, pada masa-masa tertentu seperti menjelang tahun baru, mereka sengaja memilih berjualan di pinggir jalan agar lebih mudah menjangkau pembeli yang lewat.

Alisa sudah puluhan tahun menjadi pedagang ikan dadakan. “Pokoknya sebelum natal saya sudah berjualan di sini. Saya tutup nanti sekitar tanggal 2 atau 3 Januari,” ujarnya.

Ikan yang paling laku adalah ikan kambing-kambing dengan harga Rp 25 ribu per kilogram, ikan talang seharga Rp 38 ribu per kilogram, dan ikan tongkol seharga Rp 25 ribu per kilogram. “Tapi kalau besok, sebelum tahun baru harga ini bisa berubah, lebih tinggi,” tambah Alisa. Bahkan ia mengungkapkan bahwa pedagang ikan dadakan bisa meraih untung hingga Rp 20 juta selama sekitar 10 hingga 12 hari berjualan.

Kebiasaan Masyarakat dan Peluang Usaha

Kebiasaan masyarakat yang melewatkan malam tahun baru dengan bakar-bakar ikan membuat penjualan ikan laut melonjak drastis. Peluang ini pun dimanfaatkan oleh warga, khususnya yang tinggal di daerah yang memiliki Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk ikut berjualan ikan.

Selain pedagang ikan, penjual entog dan ayam kampung juga turut merasakan peningkatan permintaan. Seperti dikatakan Suganda, warga Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. “Entog saya sudah habis semuanya, dibeli,” ujarnya. Kini hanya tersisa tiga ekor entog di kandang miliknya. “Tapi itu sudah punya orang. Sudah dibayar, dititipin disini, besok diambil,” kata Suganda.

Entog merupakan unggas dari famili bebek yang dikenal karena dagingnya yang gurih dan kaya protein. Suganda mengaku telah menjual sebanyak 40 ekor entog. “Bukan punya saya semua. Ada tetangga yang nitip disini untuk dijual,” ujarnya.

Entog dengan berat sekitar 5 kg dijual seharga Rp 300 ribu, sedangkan yang beratnya di bawah itu dijual seharga Rp 250 ribu. Harga ini lebih tinggi dibandingkan hari biasa yang dijual seharga Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu per ekor.

Ayam Kampung dan Hidangan Khas

Di malam pergantian tahun, entog biasanya dibuat menjadi hidangan pedesan entog yang menjadi ciri khas makanan di Cirebon. Selain entog, Suganda juga menjual ayam kampung. “Sama seperti entog, tetangga yang punya ayam kampung juga nitip disini untuk dijual bersama dengan ayam kampung milik saya,” katanya.

Ayam kampung dijual seharga Rp 80 ribu per ekor dengan berat sekitar 1,5 kilogram. Sedangkan untuk ayam kampung dengan berat lebih dari 1,5 kg dijual hingga Rp 100 ribu per ekor. “Kalau ayam kampung cuma 15 ekor. Semua sudah dibeli juga,” ujar Suganda.

Kesimpulan

Fenomena pedagang ikan dadakan dan peningkatan permintaan entog serta ayam kampung jelang tahun baru menunjukkan betapa besar peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar. Dengan kebiasaan masyarakat yang suka menyajikan hidangan khas pada momen spesial, bisnis tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi para pelaku usaha.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar