
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penurunan Penjualan Mobil dan Dampak pada Industri Ban
Pada Desember 2025, penjualan mobil diproyeksikan kembali mengalami penurunan secara tahunan. Hal ini disebabkan oleh penurunan harga karet global yang berdampak pada volume impor karet sintetis, bahan baku utama produksi ban. Impor karet sintetis turun sebesar 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain penurunan penjualan mobil di bulan Desember, pelaku industri juga terpengaruh oleh realisasi penjualan dari Januari hingga November 2025. Data menunjukkan bahwa penjualan mobil dalam kurun waktu tersebut turun lebih dari 14% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Jumlah unit yang terjual turun dari 807.586 menjadi 739.997 unit.
Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin Sopar Halomoan Sirait menyatakan bahwa industri ban dalam negeri saat ini sedang melemah akibat pelemahan yang dirasakan oleh industri otomotif. Hal ini berdampak pada penurunan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) di ekosistem industri karet.
Perkembangan Industri Plastik
Selain industri karet, Sopar juga mencatat adanya pelemahan di industri plastik pada akhir tahun ini. Pertumbuhan industri plastik hingga akhir tahun diproyeksikan hanya mencapai 8%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang mencapai minimal 10%.
Menurut Sopar, perlambatan performa industri plastik disebabkan oleh pelemahan permintaan plastik lembaran. Plastik lembaran digunakan dalam berbagai bidang usaha seperti konstruksi, pengemasan, periklanan, otomotif, hingga furnitur. Penurunan permintaan ini terlihat dari penurunan penggunaan resin baru maupun daur ulang dari sektor-sektor tersebut.
Perkembangan Indeks Kepercayaan Industri
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni melaporkan bahwa Indeks Kepercayaan Industri pada Desember 2025 mengalami penurunan. IKI turun dari 53,45 pada November 2025 menjadi 51,9 pada bulan Desember.
Meskipun variabel produksi dalam IKI Desember 2025 naik sebesar 92 basis poin, namun masih dalam kondisi kontraksi dengan posisi 48,41 poin. Senada dengan itu, variabel pesanan baru turun ke 52,76 poin, sementara persediaan baru turun ke 54,99 poin.
Penurunan variabel persediaan produk merupakan langkah pelaku industri untuk mengosongkan gudangnya dalam menghadapi lonjakan permintaan selama Ramadan 2026. "Pelaku industri saat ini sedang bersiap-siap untuk memenuhi pasar selama bulan puasa," ujarnya.
Persiapan Menghadapi Bulan Puasa
Dalam rangka menghadapi lonjakan permintaan selama Ramadan 2026, pelaku industri melakukan persiapan dengan mengosongkan gudang mereka. Hal ini dilakukan untuk memastikan pasokan yang cukup dan efisien dalam memenuhi permintaan pasar.
Kemungkinan besar, peningkatan permintaan ini akan berdampak pada produksi dan distribusi barang-barang tertentu, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat selama bulan puasa. Pelaku industri harus meningkatkan kapasitas produksi mereka agar tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan pasar.
Dengan situasi ini, diperlukan strategi yang tepat dan koordinasi yang baik antara pelaku industri dan pemerintah untuk memastikan kelancaran pasokan dan stabilitas ekonomi.
Komentar
Kirim Komentar