
Sejarah Panjang Sirkus Barock yang Kembali Hadir
Sawung Jabo, seorang musisi legendaris, akan kembali menyapa para penggemar musik di Kota Yogyakarta melalui konser bertajuk “Kesaksian Jalanan”. Konser ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Sirkus Barock, grup musik yang didirikan oleh Sawung Jabo sejak tahun 1976. Kini, Sirkus Barock hampir menginjak usia 50 tahun.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Konser yang diselenggarakan oleh Lingkaran ACP Kreatif bukan hanya sekadar acara musik biasa. Almarhum Bens Leo, seorang pengamat musik ternama, pernah menyebut bahwa pertunjukan Sirkus Barock selalu lebih dari sekadar "jreng… jreng… jreng…", tapi merupakan peristiwa budaya besar yang mencerminkan perjalanan musik Indonesia.
Tahun ini, Sawung Jabo membawa format yang berbeda dengan pendekatan akustik. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan suasana hangat dan intim bersama penonton.
“Dalam format akustik ini, kami ingin merangkul penonton lebih dekat, berbagi energi dalam lingkaran ACP, Aku Cinta Padamu,” ujar Sawung Jabo, merujuk pada salam khas yang selalu menutup konser Sirkus Barock.
Selama hampir sebulan terakhir, Jabo dan timnya telah disiplin berlatih di Joglo Jago, Gono Art Studio, Wirosaban, Yogyakarta. Latihan dilakukan dari pukul 10 pagi hingga 3 sore, seperti pekerja profesional. Semua dilakukan dengan cinta dan semangat.
Dalam konser “Kesaksian Jalanan”, Sirkus Barock akan membawakan 18 lagu, mulai dari album perdana Anak Setan (1986) hingga karya terbaru. Beberapa lagu pilihan juga diambil dari band legendaris Swami, yang dibentuk Jabo bersama Iwan Fals pada tahun 1989.
Konser tahunan Sirkus Barock akan digelar pada Minggu, 16 November 2025, pukul 19.30 WIB di Graha Budaya Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta.
Jabo tidak tampil sendirian. Ia akan tampil bersama para musisi lintas generasi seperti Suzan Piper, Toto Tewel, Rere Grassrock, Ucok Hutabarat, Kasinungan Hanggarjito, Denny Dumbo, Ruben Kayon, Jaka Prasetya, hingga Sandrina Malakiano. Formasi ini diyakini akan membawa nuansa nostalgia sekaligus energi baru di atas panggung.
Perjalanan Sirkus Barock dimulai di Yogyakarta, kota tempat Jabo pertama kali menapaki dunia musik. Pada masa itu, formasi awalnya merupakan gabungan dari KAAS (Keluarga Arek-Arek Suroboyo), Mahasiswa Akademi Musik Indonesia (AMI), dan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI).
Setelah sempat bermarkas di Jakarta pada 1980-an dan menggelar konser tahunan di Taman Ismail Marzuki (TIM), kini mereka kembali ke kota asalnya, tempat semua kisah bermula.
Konser ini bukan hanya ajang nostalgia, tetapi juga penanda menuju 50 tahun perjalanan Sirkus Barock pada Mei 2026. Untuk kamu yang merupakan pecinta musik sejati, jangan sampai ketinggalan “Kesaksian Jalanan”, di mana sejarah, musik, dan cinta akan berpadu dalam satu panggung.
Komentar
Kirim Komentar