Menteri Perindustrian Bocorkan Perjalanan Negosiasi dengan Apple

Menteri Perindustrian Bocorkan Perjalanan Negosiasi dengan Apple

Pasar smartphone kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Menteri Perindustrian Bocorkan Perjalanan Negosiasi dengan Apple yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Proses Negosiasi dengan Apple yang Berat dan Hasilnya

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menggambarkan negosiasi dengan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat, Apple, yang terjadi pada awal tahun ini sebagai proses yang sangat rumit. Selama masa tersebut, ia menghadapi tekanan dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah kita bisa menanganinya,” ujar dia dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perindustrian di Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025.

Pernyataan itu disampaikan Agus dalam agenda penyampaian kinerja industri sepanjang 2025. Dalam paparannya, Agus menjelaskan sejumlah pencapaian Kementerian Perindustrian termasuk hasil investasi dengan Apple pada Februari 2025.

Pada bulan kedua tahun ini, Agus menandatangani nota kesepahaman dengan Apple dan menyepakati investasi sebesar US$ 160 juta. Proses negosiasi itu berjalan selama lima bulan sejak 2024.

Apple memilih skema ketiga yaitu investasi inovasi alih-alih membangun pabrik manufaktur di Indonesia. Namun dari keputusan itu, Apple akan mendapatkan sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dengan siklus baru untuk periode 2025 hingga 2028.

Setelah siklus itu habis, Apple harus mengajukan ulang proposal investasi baru sesuai persyaratan skema investasi ketiga.

Capaian Lain Kementerian Perindustrian

Selain keberhasilan investasi dengan Apple, Kementerian Perindustrian mencatat sejumlah capaian sejak awal tahun. Pada Januari 2025, misalnya, Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Boeing untuk memperkuat industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) dalam negeri.

Pada bulan yang sama, Kementerian Perindustrian menyepakati kerja sama bilateral dengan Kementerian Perekonomian Korea Selatan dalam digitalisasi industri manufaktur.

Namun yang menjadi sorotan bagi Agus adalah green industry service company (GISCO). Agus menilai diterimanya kerangka kerja inisiatif Kementerian Perindustrian yakni GISCO di blue book Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai salah satu capaian paling fundamental pada tahun ini.

Menurut Agus, masuknya GISCO ke dalam perencanaan Bappenas menjadi perubahan signifikan untuk mempercepat transformasi menuju industri hijau.

Kerja Sama Indonesia-Rusia

Capaian lain yang disoroti oleh Agus adalah kerja sama industri Indonesia-Rusia dalam agenda business forum and matching pada Desember 2025. “Itu market yang kita coba penetrasi, market Rusia. Kita harus bisa manfaatkan sebagai country partner sebaik mungkin,” kata dia.

Kerja sama ini menunjukkan upaya Kementerian Perindustrian untuk memperluas pasar dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri global.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Dengan berbagai capaian yang telah dicapai, Agus mengungkapkan bahwa Kementerian Perindustrian tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas peluang investasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan lingkungan bisnis yang lebih baik.

Tidak hanya itu, Agus juga menyebutkan bahwa pengembangan industri hijau akan menjadi fokus utama di masa depan. Dengan adanya GISCO, ia percaya bahwa Indonesia dapat menjadi contoh dalam penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri.

Agus juga mengingatkan bahwa perlu adanya inovasi dan adaptasi terhadap perubahan global agar Indonesia tetap kompetitif. Dengan langkah-langkah strategis dan kerja sama yang kuat, ia optimis bahwa sektor industri Indonesia akan terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar