
Proyek Film Seri Kepahlawanan Indonesia Dimulai
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia baru saja menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Persiapan Pembuatan Film Seri Kepahlawanan Indonesia” di Hotel Fairmont, Jakarta. Acara ini menjadi langkah awal dalam merancang proyek besar berupa film seri yang mengangkat kisah perjuangan bangsa Indonesia. Tidak hanya sebagai hiburan, film ini juga diharapkan menjadi sarana belajar sejarah bagi generasi muda melalui cara yang lebih menarik dan mendalam.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
FGD ini menghadirkan para ahli sejarah, sineas, serta akademisi untuk membahas bagaimana kisah-kisah heroik dapat disajikan secara memadai antara penghormatan terhadap fakta sejarah dan kekuatan dramatik yang biasa ditemukan dalam film. Tujuannya adalah menciptakan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga bisa menjadi bahan refleksi dan inspirasi kebangsaan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya menyajikan peristiwa-peristiwa besar seperti Proklamasi Kemerdekaan, Rapat Umum Ikada, Rawa Gede, hingga Perjanjian Renville. Ia juga menyebutkan latar pertempuran bersejarah seperti Surabaya, Medan Area, dan Bandung Lautan Api sebagai elemen penting yang harus ditampilkan dalam film.
“Tidak semua peristiwa bisa ditampilkan secara utuh dalam satu film, tapi kita bisa membuat satu benang merah yang kuat sebagai tulang punggung ceritanya,” ujarnya. Ia berharap film ini bukan hanya sekadar tontonan, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran tentang perjuangan bangsa yang kompleks dan penuh diplomasi, perlawanan, serta semangat persatuan.
Menurut Fadli, jika dikerjakan dengan serius, film ini bisa sangat kaya akan makna. Bahkan, ia mengusulkan agar film ini tidak hanya dibuat dalam bentuk satu film berdurasi dua jam, tetapi bisa menjadi seri yang lebih panjang.
Sejarawan Batara Hutagalung, yang turut hadir dalam diskusi, menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam penggarapan film. Menurutnya, film yang mengangkat sejarah harus memiliki sentuhan emosi agar penonton bisa ikut merasakan perasaan tokoh-tokoh dalam cerita tersebut.
Diskusi yang dimoderatori oleh Anto Dwiastoro ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan, seperti Ahmad Mahendra, Anindita Kusuma Listya, dan Syaifullah. Selain itu, hadir juga sejarawan ternama seperti Prof. Dr. Endang Susilowati dan M. Yuanda Zara, Ph.D. Dari kalangan sineas, Rahabi Mandra dan Robby Ertanto hadir secara daring.
Melalui FGD ini, Kementerian Kebudayaan berharap dapat tercipta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku film untuk melahirkan seri film kepahlawanan yang berkualitas, inspiratif, dan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan muda.
Jika rencana ini terealisasi, Indonesia bisa memiliki “universe” film sejarah yang seru dan membanggakan. Proyek ini tidak hanya akan memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang efektif dan menarik bagi generasi penerus bangsa.
Tim yang Terlibat dalam Proyek Film Seri Kepahlawanan
Beberapa pihak yang terlibat dalam proyek ini antara lain:
- Pejabat Kementerian Kebudayaan
- Ahmad Mahendra
- Anindita Kusuma Listya
-
Syaifullah
-
Sejarawan
- Prof. Dr. Endang Susilowati
- M. Yuanda Zara, Ph.D.
-
Batara Hutagalung
-
Sineas
- Rahabi Mandra
- Robby Ertanto
Harapan dari Menteri Kebudayaan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan beberapa harapan terkait proyek film ini:
- Film ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran sejarah yang menarik.
- Cerita yang disajikan harus memadukan fakta sejarah dengan elemen dramatik.
- Proyek ini bisa dikembangkan menjadi seri film, bukan hanya satu film berdurasi singkat.
- Film ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda dan membangkitkan semangat nasionalisme.
Komentar
Kirim Komentar