Mengenal Pengangguran Friksional dan Perannya di Pasar Kerja

Mengenal Pengangguran Friksional dan Perannya di Pasar Kerja

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Mengenal Pengangguran Friksional dan Perannya di Pasar Kerja menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Pengangguran Friksional: Jenis Pengangguran yang Sukarela dan Sementara

Pengangguran friksional adalah jenis pengangguran yang bersifat sukarela dan sementara. Biasanya terjadi ketika pekerja berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain atau keluar-masuk dari angkatan kerja. Berbeda dengan pengangguran struktural, yang muncul akibat perubahan ekonomi, pengangguran friksional lebih berkaitan dengan dinamika mobilitas tenaga kerja.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pengangguran friksional sering kali muncul dalam kondisi ekonomi yang tumbuh dan stabil. Ia termasuk dalam pengangguran alamiah, yaitu tingkat pengangguran minimum yang muncul akibat pergerakan tenaga kerja. Dalam perhitungannya, tingkat pengangguran friksional dihitung dengan membagi jumlah pekerja yang aktif mencari pekerjaan dengan total angkatan kerja. Kelompok ini terdiri dari pekerja yang meninggalkan pekerjaannya, individu yang kembali masuk ke angkatan kerja, serta pendatang baru di pasar tenaga kerja.

Penyebab Pengangguran Friksional


Beberapa faktor dapat menyebabkan pengangguran friksional. Salah satunya adalah masuknya pendatang baru ke pasar tenaga kerja, seperti lulusan baru atau pencari kerja pertama kali. Mereka sering membutuhkan waktu untuk menemukan pekerjaan yang sesuai, sehingga memilih menunda bekerja sambil menunggu peluang dengan upah yang lebih baik.

Perpindahan sementara, seperti pindah kota atau daerah, juga menjadi salah satu penyebab. Ada jeda waktu antara keluar dari pekerjaan lama dan memperoleh pekerjaan baru. Selain itu, pengangguran friksional bisa terjadi ketika pekerja mengundurkan diri untuk mencari pendapatan yang lebih tinggi atau memutuskan kembali menempuh pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan keterampilan.

Alasan pribadi seperti merawat anggota keluarga, kondisi kesehatan, pensiun, atau kehamilan juga bisa membuat seseorang keluar sementara dari angkatan kerja. Saat kembali mencari pekerjaan, mereka tercatat sebagai pengangguran friksional. Fenomena ini juga mencerminkan keyakinan terhadap kondisi ekonomi yang kuat, dikenal sebagai quit rate. Tingkat quit rate cenderung meningkat ketika individu memiliki tabungan cukup untuk menopang masa menganggur.

Dampak Pengangguran Friksional


Pengangguran friksional memiliki dampak pada perusahaan dan manajemen. Ketika tingkatnya tinggi, perusahaan mungkin kesulitan mempertahankan tenaga kerja karena pekerja cenderung membandingkan berbagai tawaran dan menunggu peluang yang lebih baik.

Di sisi lain, pengangguran friksional sering menjadi indikasi kondisi ekonomi yang relatif baik. Pekerja lebih berani mencari peluang baru ketika lapangan kerja tersedia luas dan aktivitas ekonomi berjalan optimal. Kondisi ini juga memengaruhi pola kehidupan masyarakat, di mana individu terdorong untuk mencari pekerjaan yang sesuai baik dari sisi pendapatan maupun kualitas hidup.

Keuntungan Pengangguran Friksional


Meskipun terlihat negatif, pengangguran friksional memiliki beberapa keuntungan. Dianggap selalu ada dalam perekonomian dengan mobilitas tenaga kerja yang bebas, pengangguran friksional menunjukkan adanya upaya individu untuk memperoleh pekerjaan yang lebih baik secara sukarela.

Bagi perusahaan, kondisi ini memberikan peluang memperoleh kandidat yang lebih beragam dan berkualitas. Selain itu, sifatnya yang jangka pendek membuat pengangguran friksional tidak terlalu membebani sumber daya pemerintah. Pengangguran friksional juga dapat ditekan melalui pencocokan yang lebih cepat antara pencari kerja dan lowongan pekerjaan. Pemanfaatan internet, media sosial, serta platform lowongan kerja dinilai membantu mempercepat proses rekrutmen tenaga kerja.

Tantangan dan Peluang di Tengah Perubahan Ekonomi

Dalam konteks yang lebih luas, pengangguran friksional menjadi indikator penting dalam memahami dinamika ekonomi. Meski sering kali dianggap sebagai tantangan, ia juga menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kebebasan untuk memilih pekerjaan yang lebih sesuai. Dengan peningkatan akses informasi dan teknologi, proses pencarian kerja semakin efisien, sehingga mengurangi durasi pengangguran friksional.

Namun, tantangan tetap ada, terutama bagi generasi muda yang menghadapi persaingan ketat di pasar tenaga kerja. Dengan berbagai inisiatif pemerintah dan sektor swasta, diharapkan pengangguran friksional dapat dielola dengan lebih baik, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan perekonomian.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Mengenal Pengangguran Friksional dan Perannya di Pasar Kerja ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar